"Jadi tidak boleh ada namanya ego sektoral semua harus terintegrasi," katanya.
Diskusi ini disambut baik cabang bola basket yang menurut mereka bisa memperkaya informasi mengenai arena yang akan mereka gunakan untuk Asian Games ini.
"Ini sangat baik untuk kami agar mengetahui detil mengenai venue Istora. Sebenarnya kami sudah punya plan, namun dari diskusi ini, ada beberapa perubahan yang harus kami sesuaikan lagi misal entrance, sterilisasi ambulans dan jalur tandu. Kami bersama bulu tangkis sama-sama menyesuaikan," kata Manajer Arena bola basket, Riska Natalia Dewi.
Hal senada diungkapkan, manajer arena bulu tangkis, Rudy Roedyanto, yang ditemui di lokasi yang sama, yang mengungkapkan persoalan operasional dalam venue masih belum terorganisir dan terintegrasi dengan baik.
"Seperti keamanan dengan layout saat pertandingan seperti apa, lalu jika terjadi cedera pemain, bagaimana jalurnya. Ini harus cepat-cepat dibereskan karena tinggal 150 hari, ini tidak banyak," kata Rudy.