nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perenang Putri Indonesia Ini Pecahkan Rekor yang Telah Bertahan 21 Tahun

Agregasi Antara, Jurnalis · Jum'at 16 Maret 2018 06:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 16 43 1873510 perenang-putri-indonesia-ini-pecahkan-rekor-yang-telah-bertahan-21-tahun-VEILEi45h0.jpg (Foto: Shutterstock)

SINGAPURA – Perenang Vannessae Evato berhasil memecahkan rekor nasional nomor 200 meter gaya dada putri di ajang Singapore National Age Group di Singapura, Kamis, dan catatan waktunya itu mematahkan rekor sebelumnya yang telah bertahan selama 21 tahun.

Berdasarkan data yang diterima di Jakarta, Kamis, rekor 200 meter gaya dada putri dipegang oleh Rita Mariani dengan waktu dua menit 33,34 detik yang dicetak pada SEA Games 1997. Adapun catatan waktu Vannessae Evato adalah dua menit 32,51 detik.

"Saya senang dan terharu karena ini beda dengan rekor-rekor yang lain. Rekor yang paling lama belum terpecahkan, 21 tahun. Saya memang ingin sekali pecahkan dan baru sekarang kesampaian," kata Vannessae dalam keterangan resminya.

Apa yang diraih oleh Vannessae juga diapresiasi oleh sang pelatih, yakni David Armandoni. Pelatih asal Prancis itu mengaku cukup puas dengan penampilan anak asuhnya. Namun, masih ada target jangka panjang yang harus dicapai oleh Vannessae Evato.

"Kemajuan dia sangat bagus. Begitu juga dengan Azzahra dan Felicia. Bagus untuk Vannessae yang bisa pecahkan rekornas yang sudah bertahan 21 tahun. Saya masih punya target Vannessae bisa mencatat waktu dua menit 32 detik dan di Asian Games bisa dua menit 30 detik," katanya.

Selain Vannessae Evato, perenang Indonesia yang sukses mencetak rekornas adalah AA Istri Kania Ratih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan waktu 27,90 detik. Adapun rekor sebelumnya dipegang oleh Angel Gabriel Yus dengan waktu 27,96 detik.

"Kami sangat mengapresiasi hasil mereka. Padahal mereka sedang dalam tahap latihan awal yang cukup berat mulai Februari," kata Wakil Ketua Umum PB PRSI Harlin Rahardjo yang mengawal terus perenang Indonesia di Singapura.

Khusus untuk rekornas Kania, Harlin menjelaskan juga cukup istimewa karena perenang muda itu selama ini menjadi tulang punggung untuk gaya bebas dan punggung. Kondisi ini dinilai menunjukkan jika perenang yang ada saat ini memiliki kemampuan yang merata.

Sebelumnya pada hari pertama kejuaraan, Rabu (14/3) Adinda Larasati Dewi (18 tahun) memecahkan rekornas di nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri dengan catatan dua menit 12,92 detik lebih cepat dari rekornas lama atas nama Monalisa Arieswaty Lorenza dengan catatan dua menit 13,08 detik.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini