nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

INAPGOC Laporkan 95% Penggunaan Keuangan Asian Games 2018 kepada BPK

ant, Jurnalis · Sabtu 17 Februari 2018 06:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 17 43 1860698 inapgoc-laporkan-95-penggunaan-keuangan-asian-games-2018-kepada-bpk-9vn0yfbH17.jpg Logo Asian Games (Foto: AFP)

JAKARTA – Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INAPGOC) telah melaporkan 95 persen penggunaan keuangan persiapan Asian Para Games pada anggaran 2017 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyusul persiapan penggunaan anggaran 2018.

"Kami sudah menyerahkan berkas keuangan 2017 kepada BPK pada Kamis (15/2) dan sekarang masih dalam tahapan pemeriksaan. Kami telah menggunakan sekitar Rp60 miliar dari total anggaran yang kami terima pada 2017 sebesar Rp86 miliar," kata Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari selepas membuka Rapat Koordinasi Teknis INAPGOC dengan Komite Paralimpiade Asia (APC) di Jakarta, Jumat.

INAPGOC, lanjut Okto, telah mengembalikan anggaran 2017 yang tidak terpakai sebesar Rp24 miliar kepada negara.

Okto mengatakan komitmen Indonesia untuk mempersiapkan pesta multi-cabang olahraga disabilitas tingkat Asia itu akan didukung oleh APC dengan memberikan kuota minimal 300 atlet Indonesia yang akan mengikuti seluruh nomor pertandingan Asian Para Games.

"Kami juga mendapatkan dukungan dari Pemerintah Daerah DKI Jakarta yang memberikan 300 bus yang layak bagi para pengguna kursi roda selain perbaikan fasilitas di Wisma Atlet Kemayoran oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," kata Okto.

Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olaharaga Gatot S. Dewa Broto mengatakan INAPGOC akan mendapatkan anggaran sekitar Rp800 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara pada 2018, selain tambahan anggaran sekitar Rp700 miliar yang merupakan komitmen dari Kementerian Keuangan.

"Kami mendapatkan kelonggaran dari APC terkait atlet-atlet berlisensi yang dapat mengikuti APG 2018 karena Indonesia sudah menunjukkan komitmen sebagai tuan rumah," ujar Gatot.

Kontrak tuan rumah APG 2018 dari APC, menurut Gatot, tidak sekaku Asian Games dari Dewan Olimpiade Asia (OCA) terkait kualifikasi bagi atlet-atlet Indonesia, lokasi arena pertandingan yang tidak harus di gelanggang olahraga, serta penginapan bagi atlet di luar wisma atlet.

Atlet dan ofisial dari kontingen negara lain juga dipersilakan menggunakan hotel di sekitar GBK sebagai lokasi penginapan dengan biaya dibebankan kepada mereka. Tapi, Indonesia telah menyediakan wisma atlet dan transportasi menuju arena pertandingan, kata Gatot.

Dua lifter Aceh, Surahmat Suwito dan Nurul Akmal yang sedang menjalani pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dipastikan tampil membela Indonesia di Asian Games di Palembang-Jakarta, Agustus 2018.

(mrh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini