Selain menjadi juara untuk klasemen umum, pebalap asal Laos ini juga menyandang predikat sebagai Raja Tanjakan kejuaraan yang tujuh terakhir itu vakum setelah mengumpulkan poin terbanyak yaitu 15 poin. Poin yang diraih tidak mampu dikejar oleh Habibal Tesfay dengan 10 poin.
Tanda-tanda kemenangan peraih emas SEA Games 2013 terlihat sejak etape tiga yang finis di Banyuwangi, Sabtu 27 Januari 2018. Saat itu, Ariya mampu mengakhiri balapan di posisi lima klasemen umum dan hanya selisih 15 detik dengan pemuncak klasemen, Abdul Gani.
Ariya yang merupakan pebalap dengan spesialisasi tanjakan ini, terbilang konsisten selama menjalani balapan yang berlangsung empat etape yang start di Candi Prambanan dan finis di Denpasar Bali. Apalagi selama perlombaan didukung penuh oleh tim yang solid.
Dengan hasil ini, Ariya juga membawa timnya yaitu Thailand Continental Cycling Team menjadi juara untuk kategori tim. Tim asal Negeri Gajah Putih ini membukukan total catatan waktu 42:38:36 atau selisih lima menit 57 detik dengan posisi dua yaitu Team Sapura Cycling Malaysia.
Untuk predikat sebagai raja sprint (klasemen poin), direbut oleh pebalap tim 7 Eleven Filipina, Rustom Lim setelah mampu membukukan total poin 16. Ini juga sebuah kejutan karena sejak etape pertama posisi ini dihuni oleh pebalap Terengganu Cycling Team, Nur Amirul Fakhruddin.