Image

Marc Marquez Jadi Unggulan untuk Juara MotoGP 2018

Nanda Karlita, Jurnalis · Rabu 10 Januari 2018 10:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 01 10 38 1842736 marc-marquez-jadi-unggulan-untuk-juara-motogp-2018-od4fkVoP3D.jpg Marquez saat menjuarai MotoGP Aragon. (Foto: Laman resmi MotoGP)

MOTOGP memang selalu menghadirkan kejutan terlebih mengenai siapa yang akan menjadi jawara di akhir kompetisi. Masih lekat di benak para penggemar MotoGP mengenai persaingan Marc Marquez (Repsol Honda) dan Andrea Dovizioso (Ducati Corse) yang terjadi di sepanjang 2017.

Keduanya bersaing untuk memastikan gelar juara hingga seri terakhir yang digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia. Sayangnya, Dovizioso harus mengubur mimpinya untuk jadi juara di kelas tertinggi MotoGP karena gagal menuntaskan balapan hingga akhir, sementara Marquez finis di podium ketiga.

Berdasarkan persaingan tersebut, MotoGP 2018 diprediksi akan lebih menarik menyoal persaingan perebutan juara. Jika dilihat, Marquez yang berhasil mempertahankan gelar juaranya di dua musim beruntun masih menjadi kandidat terkuat.

Meski musim lalu sempat mendapatkan persaingan sengit dari Dovizioso, pembalap yang memiliki julukan The Baby Alien itu tetap mampu mempertahankan posisinya di papan atas klasemen. Apalagi Honda diyakini akan mempertahankan gelar sebagai juara konstruktor di musim mendatang.

Selain Marquez, nama Dovizioso tentu masih mendapatkan perhatian dan patut diwaspadai oleh rider lainnya. Seperti diketahui, pembalap berkebangsaan Italia itu mampu membuat Marquez bekerja keras untuk bisa memastikan gelar juara di seri terakhir musim ini.

Oleh karenanya, persaingan dua pembalap itu masih akan ditunggu di musim 2018 . Selain nama dua pembalap tersebut, Maverick Vinales (Movistar Yamaha) tentu akan masuk ke dalam daftar persaingan juara balap motor paling bergengsi di dunia ini.

(Foto: Facebook Marc Marquez)

Jika menilik pada awal musim 2017, Vinales mampu memberikan penampilan memukau. Saat balapan di MotoGP Qatar dan Argentina, Vinales memastikan podium tertinggi dan membawanya memimpin klasemen sementara saat itu.

Sayangnya hasil gemilang dalam dua race itu tak bisa dipertahankan oleh Vinales saat mentas di COTA, Amerika Serikat. Selepas start, Vinales mengalami kecelakaan, padahal ia berhasil memulai balapan dari grid terdepan tepatnya di belakang pembalap yang meraih pole position saat itu.

Di Prancis, Top Gun kembali meraih juara dan kembali memuncaki klasemen sementara saat itu. Sayangnya penampilan itu tak dapat diulangi oleh pembalap berusia 23 tahun itu di paruh kedua musim MotoGP 2017.

Vinales mengaku bahwa motor Yamaha semakin sulit untuk dikendarai sehingga ia selalu sulit untuk bersaing pembalap terdepan. Selain itu balapan yang sering diadakan saat cuaca hujan membuat Vinales semakin kesulitan untuk mengontrol motornya. Namun setelah musim berakhir, banyak dari kru tim yang berlogo Garpu Tala itu yang berjanji akan memperbaiki performa YZR-M1 -nama motor utama Yamaha.

Lagi-lagi pesaing datang dari pabrikan Yamaha, namun kali ini dari pembalap satelit mereka yakni Yamaha Tech 3, Johann Zarco. Zarco membuat kejutan dalam perhelatan kompetisi MotoGP musim 2017.

Sepanjang 18 seri balapan, Zarco tercatat sempat meraih pole position sebanyak dua kali yakni di Belanda dan Jepang. Sayangnya dalam dua kesempatan itu pembalap berkebangsaan Prancis itu tak bisa memaksimalkan penampilannya untuk meraih podium.

(Foto: Glenn Nicholls/AFP)

Tapi, Zarco sukses meraih tiga kali podium meski bukan menjadi pemenang. Di Prancis dan Valencia Zarco keluar sebagai runner-up sementara di Malaysia berdiri di podium ketiga. Tapi hasil itu sudah cukup untuk memastikan predikat sebagai Rookie of The Year di MotoGP 2017.

Dengan penampilan tersebut, Zarco sempat digadang-gadang akan menjadi pembalap yang mampu meramaikan persaingan juara bahkan sempat ditaksir akan menggantikan Valentino Rossi di Movistar Yamaha. Apalagi KTM sempat ingin mengincar tanda tangan Zarco untuk bergabung di MotoGP 2019.

Selain itu, pembalap veteran berusia 38 tahun, Valentino Rossi, juga masih memiliki taji untuk bisa bersaing di MotoGP musim mendatang. Sempat absen di MotoGP San Marino akibat operasi karena cedera pada kakinya, pembalap yang memiliki julukan The Doctor itu mampu finis di urutan lima pada klasemen akhir MotoGP 2017.

Selain Rossi, nama Dani Pedrosa juga tak bisa dikesampingkan. Meski tak tampil konsisten, Pedrosa agaknya masih memiliki kesempatan yang sama untuk meraih gelar juara dunia. Apalagi The Little Spaniard -julukan Pedrosa- ingin menutup MotoGP 2018 dengan sempurna karena bisa jadi tahun mendatang menjadi masa terakhirnya di Honda.

Terakhir ada nama rekan Dovizioso, Jorge Lorenzo. Pembalap asal Spanyol itu sempat mendapatkan banyak kritikan akibat penampilannya yang kurang baik di awal musim 2017 karena prestasi melempem dengan menunggangi motor Ducati. Namun menjelang akhir, Lorenzo telah memperbaiki banyak penampilannya. Sehingga musim depan diprediksi rider yang dijuluki X-Fuera itu bisa memacu penampilan terbaiknya sejak awal musim.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini