TAVULLIA – Pembalap Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi gagal memenuhi ekspektasinya untuk menjuarai MotoGP 2017. Di daftar klasemen akhir, rider berjuluk The Doctor itu tertahan di peringkat lima dengan mengumpulkan 208 poin.
Rossi hanya sekali meraih kemenangan di MotoGP 2017 dan enam kali naik podium dari total 18 seri balapan. Pembalap berpaspor Italia itu tampil tercepat di Sirkuit Assen, Belanda. Ia pun meraih posisi runner-up saat mentas di Grand Prix (GP) Argentina, Amerika Serikat, dan Australia. Selain itu, ia finis ketiga di GP Qatar dan Inggris.
Baca juga: Valentino Rossi Takut Pensiun dari MotoGP
Performa Rossi di MotoGP 2017 memang tidak segemilang musim-musim sebelumnya. The Doctor sempat menjadi runner-up di klasemen akhir MotoGP pada musim 2014, 2015 dan 2016. Total, ia telah membukukan tujuh gelar juara dunia MotoGP dari sembilan kali juara di semua kelas.
Rossi telah menjadi juara dunia MotoGP pada 2001 (500cc), 2002, 2003, 2004, 2005, 2008 dan 2009. Sisanya, ia meraih titel terbaik di kelas 125cc pada 1997 dan 250cc pada 1999.
Pengamat MotoGP, Carlo Pernat mengatakan Yamaha berhak untuk memperpanjang durasi kontrak Rossi hingga 2019. Pasalnya, pembalap berusia 38 tahun itu masih ingin berkiprah di lintasan balap meski kontraknya akan berakhir pada MotoGP 2018.
Baca juga: Vinales Berharap Rossi untuk Tak Cepat-Cepat Pensiun dari MotoGP
Baca juga: Soal Pensiun dari MotoGP, Valentino Rossi: Saya Putuskan Setelah Beberapa Balapan di Musim 2018
“Saya merasa yakin Valentino (Rossi) telah menandatangani kontrak hingga musim 2019. Yamaha berhak melakukannya karena mereka selalu yang terdepan,” ujar Pernat, mengutip dari GPOne, Senin (25/12/2017).
“Kemudian, Valentino juga benar-benar masih belum ingin pensiun. Ia hanya akan melakukan apa yang sebenarnya tidak bisa ia lakukan,” jelasnya.
(Fetra Hariandja)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.