Tampil Perdana, Indonesia Rebut Piala Thomas 1958 dari Malaysia

Bagas Abdiel, Jurnalis · Selasa 17 Januari 2017 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 01 17 40 1593597 tampil-perdana-indonesia-rebut-piala-thomas-1958-dari-malaysia-zE2qW2dcdP.jpg Thomas Cup (Foto: BWF)

TAMPIL perdana pada ajang Piala Thomas 1958 yang dilangsungkan di Singapura, Indonesia langsung merebut kejuaraan beregu putra paling bergengsi dari tangan Malaysia. Indonesia yang saat itu mewakili Australasia (Australia dan Asia) berhasil menghentikan dominasi Malaysia yang merupakan juara bertahan tiga kali sejak Piala Thomas diselenggarakan pada 1949.

Indonesia yang saat itu tidak dilirik dunia sebagai negara bulutangkis, berhasil membuat kejutan dengan menaklukkan Amerika Serikat (7-2) dan Denmark (6-3) di babak pertama, serta Thailand (8-1) di babak final. Berbekal kemenangan itu, maka Indonesia berhak melawan Malaysia yang telah menunggu pemenang babak final di Challenge Round.

Saat itu Challenge Round merupakan pertandingan yang mempertemukan pemenang babak final dan juara bertahan Piala Thomas sebelumnya untuk berebut piala asal Inggris itu. Pilihan yang ada saat itu adalah apakah Malaysia berhasil mempertahankan gelar keempat kalinya atau Indonesia menjadi negara pertama yang merebut Piala Thomas dari tangan Malaysia.

Pertandingan dilakukan dalam dua hari yakni pada 14 Juni dan 15 Juni 1958. Setelah urutan pertandingan disusun, publik sepakat Malaysia akan mempertahankan gelar Piala Thomas-nya itu. Bahkan ditetapkan pula, semua pertandingan akan dipimpin wasit-wasit asal Malaysia, sedangkan hakim garis dan service Judge diisi pemain dan ofisial dari Denmark, Thailand dan Amerika Serikat.

Ketangguhan pebulu tangkis Malaysia, Eddy Chong, pun tak diragukan kembali sebagai juara All England empat kali berturut-turut (1954-1957). Namun para pebulu tangkis Indonesia yang terdiri dari Ferry Sonneville, Tan Joe Hok, Njoo Kiem Bie, Tan King Gwan dan Eddy Jusuf tak tinggal diam.

Pada hari pertama (saat itu final dilangsungkan dua hari), tak disangka Ferry berhasil membungkam Chong dua set langsung 15-12 dan 15-4. Selanjutnya diikuti kemenangan Tan Joe Hok di nomor tunggal dan Njoo/Tan di nomor ganda. Namun sayang, di partai keempat pasangan Ferry/Tan harus mengalami kekalahan. Alhasil pada hari pertama Indonesia unggul 3-1.

Pada malam kedua challenge round Tan berhasil membuka keunggulan bagi Indonesia dengan mengalahkan pemain andalan Malaysia kembali yakni Chong dengan skor 15-11 dan 15-6. Ferry pun dengan menegangkan memastikan Piala Thomas menjadi milik Indonesia setelah unggul 5-1 usai mengalahkan The Kew San (13-15, 15-13 dan 18-16).

Pada tiga pertandingan selanjutnya Indonesia mengoleksi satu kemenangan lewat Eddy Yusuf dan menelan dua kekalahan di nomor ganda. Namun, dua kekalahan tersebut tak berpengaruh banyak sebab Indonesia sudah memastikan diri menjadi juara sejak Ferry membawa keunggulan 5-1 bagi Indonesia. Ferry saat itu pun dianggap sebagai pahlawan Indonesia karena berhasil memenangkan pertarungan sengit melawan The Kew.

Setelah memenangkan pertandingan tersebut, pada malam itu juga kapten tim Indonesia Rameli Rikin mengangkat piala Thomas dengan bangga. Lagu kebangsaan Indonesia Raya pun dikumandangkan. Meski tak dihadiri Sir George Thomas sang pemilik piala karena kesehatannya sedang terganggu, namun Thomas mengucapkan selamat kepada Indonesia.

(Ram)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini