PBSI: Indonesia Dapat Pelajaran Berharga

Hendra Mujiraharja, Jurnalis · Selasa 27 Mei 2014 19:17 WIB
https: img.okezone.com content 2014 05 27 40 990711 iUxgMkaFea.jpg Mohammad Ahsan dan Hendra Setiawan. (foto: Okezone)

JAKARTA – Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia kembali di Tanah Air, Selasa ini setelah hampir dua pekan berada di New Delhi, India, untuk mengikuti turnamen Piala Thomas dan Uber 2014. Atlet Merah Putih dianggap sudah berjuang secara maksimal.

 

Tim Thomas harus kandas di babak semifinal setelah dikalahkan rival Malaysia dengan skor telak 3-0. Sementara itu, tim Uber juga belum dapat memenuhi target lolos ke empat besar setelah dipulangkan oleh tuan rumah, India.

 

Meskipun belum mencapai target, tim Thomas dan Uber tak pulang dengan tangan kosong. Hal ini disampaikan Anton Subowo, Chef de Mission tim Thomas dan Uber Indonesia dalam acara jumpa pers di Bandara Soekarno-Hatta.

 

"Kami merasa tim Thomas dan Uber sudah tampil maksimal. Kami kembali ke Indonesia dengan memetik nilai pelajaran yang luar biasa, banyak hal-hal positif yang kami dapat, kami tak pulang dengan tangan kosong. Pertandingan di Piala Thomas dan Uber 2014 menjadi bekal buat kami di kejuaraan-kejuaraan selanjutnya. Kami masih punya target di BWF World Championships, Asian Games, dan Super Series Finals 2014," ujar Anton, kepada badmintonindonesia.org, Selasa (27/5/2014).

 

Kendati gagal memenuhi target, Anton menegaskan turnamen di tahun ini digunakan oleh PBSI untuk beradaptasi dengan permainan lawan yang semakin berkembang dengan cepat.

 

"Piala Thomas dan Uber 2014 juga menjadi ajang persiapan untuk mempelajari permainan lawan, jadi para pemain sudah bisa mengantisipasi bakal lawan-lawan mereka. Disamping itu, PP PBSI telah mempersiapkan program khusus yang dirancang jauh-jauh hari jelang tiga kejuaraan penting yang menjadi milestones kami tersebut," tambah Sekretaris Jenderal PP PBSI itu.

(hmr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini