Pedrosa & Stoner: Keputusan Hentikan Lomba Sudah Tepat

Aditya Putra, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2012 14:04 WIB
https: img.okezone.com content 2012 10 22 38 707394 qvzIc3miQI.jpg Perlombaan MotoGP Malaysia diguyur hujan. (Foto: Reuters)

SEPANG - Gelaran MotGP Malaysia di sirkuit Sepang kemarin diwarnai dengan kibaran red flag -yang berarti lomba harus berhenti-, akibat lintasan diguyur hujan deras. Duo Honda, Dani Pedrosa dan Casey Stoner mengakui bahwa lomba memang sudah seharusnya dihentikan.

Perlombaan dihentikan pada lap ke-14, setelah pembalap Yamaha, Jorge Lorenzo, yang sempat kehilangan keseimbangan dan nyaris terjatuh memberikan tanda. Sebelum itu, enam pembalap terjatuh akibat lintasan yang terlampau licin.

Bagi Honda, hal tersebut cukup merugikan, pasalnya Pedrosa sudah memimpin di depan dan Stoner tengah menyengat Lorenzo. Kendati demikian, baik Pedrosa maupun Stoner mengatakan bahwa perlombaan memang tidak mungkin untuk diselesaikan hingga akhir.

“Saya pikir, menghentikan lomba sudah tepat. Saya merasa (lomba sudah berbahaya) adalah terakhir kali kami melewati garis finis, dan selanjutnya kami melewati banyak genangan air,” ujar Stoner, seperti dilansir Crash, Senin (22/10/2012).

“Satu atau dua lap lagi akan mustahil, tapi sebelum itu, kami tidak melihat kubangan besar di tikungan. Saya yakin, kami tidak akan mampu meneruskan lomba, karena segalanya menjadi buruk,” sambungnya.

Pedrosa, yang belum berhenti mengejar perolehan poin Lorenzo di papan klasemen, juga merasakan hal serupa. Namun menurutnya, satu putaran lagi masih mungkin untuk dilakukan.

“Pada beberapa titik (genangan airnya) semakin dalam, dan terakhir kali saya melaju di trek lurus, saya berputar di setiap gear. Saya pikir, satu lap lagi, mungkin,” ujar Pedrosa, yang tetap menduduki peringkat kedua pada klasemen sementar, dan terpaut 23 poin dari Lorenzo di puncak.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini