JAKARTA - Simon Santoso berhasil membuat lagu Indonesia Raya berkumandang di Istora Senayan, Jakarta. Pasalnya, Simon sukses menjadi juara di babak final tunggal putera turnamen Djarum Indonesia Open Super Series 2012, setelah mengandaskan wakil China, Du Pengyu dalam pertarungan sengit tiga set, 21-18, 13-21, 21-11.
Simon memasuki babak final tunggal putra di Istora Senayan dengan senyum, sebuah hal yang jarang ditunjukkan olehnya selama bertanding di turnamen Djarum Indonesia Open Super Series 2012. Sang lawan, Du Pengyu juga menunjukkan sikap rileks meski dibawah tekanan ribuan suporter Indonesia.
Simon langsung unggul cepat 2-0 dari Du Pengyu. Walau begitu Du Pengyu berhasil mengejar sehingga kedudukan imbang 3-3. Walau begitu Simon bermain cukup cantik, dengan menguasai permainan tanpa bisa ditandingi Du Peng Yu, hingga unggul 14-7.
Du Pengyu tidak menyerah dan berhasil sesekali mencuri poin, namun tetap saja permainan dikuasai Simon. Beberapakali andalan Indonesia ini melakukan jumping smash yang tak mampu dihalau Du Pengyu, sehingga menutup set pertama dengan kemenangan 21-18.
Performa Du Pengyu bangkit di set kedua. Sejak awal pebulutangkis andalah China ini unggul cepat 1-3 dari Simon. Sebaliknya, performa Simon malah menurun drastis dan kerap melakukan kesalahan. Setiap kali Simon menambah angka, Du Pengyu ganti menambah angka, hingga Simon sempat tertinggal jauh 4-11.
Simon sempat mencuri beberapa poin, hingga tertinggal lima poin dari Du Penyu dengan skor 13-18. Walau begitu pada akhirnya Simon tetap harus tertunduk karena gagal mengejar angka dan kalah 13-21 dari Du Pengyu.
Set ketiga berlangsung sengit sejak awal, di mana kedua pemain saling kejar mengejar angka hingga skor sama kuat 5-5. Di titik inilah perubahan performa Du Pengyu dan Simon terjadi. Performa Du Pengyu makin menurun dan tertekan, sementara Simon malah kembali ke performa terbaik. Jumping smash-nya mengantarkan Simon unggul 15-7 atas Du Pengyu.
Du Pengyu tidak menyerah, dan mencoba mengais poin namun Simon tetap berhasil menjaga keunggulan dengan skor 18-11. Pada akhirnya, Simon membuat ribuan suporter Indonesia di Istora bersorak gembira setelah memastikan kemenangan dengan skor 21-11. Usai pertandingan, Simon langsung bersujud di lapangan, kemudian berlari memeluk pelatihnya.
(Sebastianus Epifany)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.