Schumi: Ban Pirelli Tak Layak untuk F1

Randy Wirayudha, Jurnalis · Senin 23 April 2012 16:06 WIB
https: img.okezone.com content 2012 04 23 37 616825 qGPI5PNVgT.jpg Michael Schumacher keluhkan performa ban Pirelli (Foto: Getty Images)

MANAMA – Kesal dengan performa ban Pirelli di mobilnya, Michael Schumacher melayangkan kritik pedas. Bagi mantan juara dunia F1 itu, ban Pirelli tak seharusnya digunakan di pentas F1 sekalipun.

 

Schumi – sapaan akrab Schumacher tak puas dengan degradasi ban yang terlalu cepat, saat di GP Bahrain lalu. Schumi protes terhadap desain baru Pirelli yang dinilainya tak bisa mempertahankan performa di momen-momen penting balapan.

 

“Saya harus membalap dengan kecepatan yang statis untuk mempertahankan kondisi ban hingga garis finis. Kita harus mempertanyakan kenapa kasus seperti ini bisa terjadi. Tentu kejadian ini sangat mengecewakan dan buat saya, ban seperti ini tidak layak digunakan event Formula One,” ketus Schumi.

 

“Jika terdapat 80 hingga 90 persen para peserta ikut protes terhadap hal ini, maka Pirelli harus mulai memikirkannya kembali. Saya rasa akan salah jika hanya satu atau dua tim yang bisa mengatasi problem ini, sementara yang lain merasakan kesulitan yang sama,” lanjutnya kepada BBC, Senin (23/4/2012).

 

Kritik Schumi tersebut juga diamini salah satu rivalnya dari tim McLaren – Jenson Button. Jika di musim lalu ban mengalami hal yang sama, mungkin masih bisa dimengerti, karena Pirelli baru masuk ke F1, tapi untuk musim ini, seharusnya tak ada alasan lagi bagi Pirelli untuk bisa membuat ban yang lebih baik.

 

“Tahun lalu, kami juga mengalami kondisi itu, tapi kami masih bisa memberi pengertian. Tapi tahun ini, seharusnya mereka (Pirelli), sudah lebih bisa mendesain ban bagus,” timpal Button.

 

Diguyur kritik yang dilayangkan dua pembalap utama F1, pihak Pirelli pantang untuk tak menjawab dengan tanggapan balik. Direktur Pirelli motorsport – Paul Hembery mencoba mengusir kritik, dengan memberi pembelaan diri.

 

“Kompetisi F1 tak pernah seketat sekarang, dan hal itu tak lepas dari peranan fakta bahwa semua pembalap punya kesempatan dan tantangan yang sama dengan kondisi degradasi ban,” jawab Hembery.

 

“Semua tergantung pada diri sendiri, bagaimana memaksimalkananya. Formula One adalah kompetisi yang bersifat meritokrasi – pada akhirnya, para teknisi dan pembalap terbaik-lah yang akan selalu sukses,” tutupnya.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini