nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Horner Beberkan Alasan Red Bull Tinggalkan FOTA

Rejdo Prahananda, Jurnalis · Selasa 13 Desember 2011 17:07 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2011 12 13 37 541861 3HmuRGQuEx.jpg Foto: Christian Horner (Getty Images)

MILTON KEYNES – Red Bull nampaknya belum menunjukkan sikap untuk kembali bergabung ke dalam Formula One Team Association (FOTA). Berkaca dari statement yang dikeluarkan Christian Horner selaku Tim Prinsipal Red Bull Racing, yang mengemukakan Red Bull senang bisa mengatur nasibnya sendiri.

Red Bull akhirnya memilih keluar dari keanggotaan FOTA jelang akhir musim ini menyusul perdebatan sengit terkait polemik Resource Restriction Agreement (RRA) atau pembatasan sumber daya. Bersama Ferrari dan Sauber, tim yang berbasis di Milton Keynes itu memilih hengkang dari keanggotaan FOTA.

Meski belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah yang diambilnya mengundurkan diri dari FOTA, Red Bull tetap menyatakan satu suara dan berkomitmen dengan tim lainnya guna mencari solusi melakukan penghematan biaya untuk mengikuti balapan F1.

Horner beralasan, keluarnya Red Bull dari FOTA lantaran mereka mulai melihat kurangnya kesatuan dan  timbulnya keretakan antar tim anggota FOTA. Banyak hal, menurut Horner, yang bertolak belakang dengan keputusan organisasi pimpinan Martin Whitmarsh tersebut.

“FOTA telah melaksanakan beberapa hal yang sangat baik, seperti penghematan biaya, tetapi dalam beberapa bulan ini terlalu banyak keretakan di dalamnya di mana kami bertanggung jawab dengan itu,” bilang Horner dikutip Guardian, Selasa (13/12/2011).

“Jadi kami harus mengambil keputusan keluar dari FOTA dan kami tetap memantau bagaimana diskusi mengenai semua hal berkembang. Untuk sekarang, kami senang bisa menentukan nasib kami sendiri,” Horner melanjutkan.

Red Bull menuding tim lain justru melanggar limit RRA yang menjadi alasan utama mereka hengkang dari FOTA. Tim asal Austria itu merasa perjanjian yang ada sekarang tidak adil lantaran tidak ada batasan jelas antara produsen mobil  tim independent dengan pabrikan yang disinyalir membuat tim bisa menyembunyikan dana ekstra.

“Kami tidak menginginkan untuk mendapatkan jenis perlombaan senjata tim produsen yang terlibat dalam beberapa tahun lalu,” kata Horner. “Pengendalian budget sangat penting, tetapi kami perlu mencangkup semua aspek dari mobil,” sambungnya.

“Berurusan dengan kesetaraan sangat berbahaya karena setiap tim selalu berbeda. Beberapa produsen otomotif memproduksi mesin mereka sendiri sementara yang lainnya melakukannya secara independen. Harus ada kesediaan untuk mengakui hal ini dan kemudian progress baru bisa dibuat.

Kendati demikian, Horner sendiri mengakui kemungkinan timnya untuk kembali menjadi anggota FOTA masih terbuka lebar di masa mendatang.“Ini mendorong diskusi yang bisa menyebabkan sesuatu yang positif. Masih ada jalan bagi kami semua untuk kembali,” tukas Horner mengakhiri.

(edo)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini