nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baddrol Cs Langsung Diguyur 30 Ribu Ringgit

Fitra Iskandar, Jurnalis · Rabu 23 November 2011 16:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2011 11 23 462 533246 Mdzzfg9QJt.jpg Skuad Malaysia.(foto:Utusan)

PETALING JAYA – Skuad Malaysia yang baru pulang memboyong emas dari Stadion Utama Gelora Bung Karno langsung diganjar kabar menggembirakan. Baddrol Bakhtiar cs diguyur bonus RM30 ribu atau Rp85,5 juta per orang.

 

Bonus itu kabarnya berasal dari kocek pribadi Presiden Federasi Sepakbola Malaysia (FAM) Sultan Ahmad Shah. Dan tidak hanya para pemain, ofisial tim Harimau Malaya juga ketiban rezeki.

 

''Tuanku selaku Presiden FAM akan memberi sumbangan peribadi RM30,000 bagi setiap pemain dan pegawai yang memenangi emas di final,” kata manajer tim sepakbola Malaysia Datuk Hamidin Mohd Amin, seperti dikutip Utusan, Rabu (23/11/2011).

 

Datuk Hamidin menegaskan keberhasilan Malaysia memenangi emas cabang sepakbola, sebagai bukti bahwa kesuksesan serupa di Laos dua tahun lalu bukanlah karena faktor keberuntungan, namun dari hasil pembinaan yang berkelanjutan.

 

“Kita tidak pernah kalah di sepanjang SEA Games kemarin, dan paling manis meraihnya di Stadion Gelora Bung Karno,” katanya.

 

Selain menerima ringgit, anak buah Ong Kim Swee mendapat hadiah terbang ke Sydney Australia pada pertengahan Desember nanti. Mereka akan berada di Australia selama dua pekan untuk menjalani laga persahabatan dengan klub-klub elite di Benua Kangguru. “Ini juga mendapat dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Malaysia.”

 

Timnas Indonesia sendiri meski mendapat perak, mendapat bonus Rp50 juta per pemain dari pengusaha Arifin Panigoro, dan Rp50 juta dari KONI yang akan dibagikan 24 November besok.

Surat protes.

 

Di bagian lain, Datuk Hamidin mengungkapkan FAM akan mengirimkan surat kepada Asosiasi Sepakbola Asia (AFC) mengenai lemahnya pengawalan yang dilakukan Indonesia terhadap rombongan Malaysia saat hendak bermain di partai final di Stadion Gelora Bung Karno.

 

Menurutnya, dia mengalami pengalaman yang mengerikan di mana bus tim sempat tertahan satu jam oleh suporter, sementara mereka hampir tanpa pengawalan.”Keadaan di luar stadion sangat kritis, dan kami tidak puas dengan panitia karena kami tidak terkawal,” jelasnya.

(fit)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini