KARIER petenis asal Inggris, Emma Raducanu, kembali menghadapi ujian berat setelah absen cukup lama dari dunia tenis profesional. Atlet tenis berusia 23 tahun tersebut kini terlempar dari posisi 100 besar dunia untuk pertama kalinya dalam kurun waktu lebih dari dua tahun terakhir.
Penurunan peringkat ini merupakan dampak dari absennya Raducanu sejak Juni 2026, ketika ia terakhir kali bertanding di ajang Queen's Club Championships. Sepanjang kariernya, juara US Open 2021 ini telah menembus tiga final tunggal WTA.
Meskipun hanya tampil di 10 turnamen sepanjang musim ini, Raducanu secara mengesankan mampu melangkah ke dua partai puncak. Namun, performa apik tersebut harus terhenti akibat rangkaian masalah kesehatan yang dialaminya.
Kondisi fisik Raducanu berawal dari infeksi virus saat berada di Rumania, yang kemudian memicu periode sulit dalam kariernya. Setelah tersingkir lebih awal di Doha dan Dubai, ia sempat tampil di Indian Wells sebelum akhirnya mengundurkan diri dari empat turnamen secara beruntun.
Berdasarkan laporan dari Give Me Sport, nasib kurang beruntung kembali menimpa Raducanu ketika hasil pemindaian medis mengonfirmasi adanya cedera retak tulang akibat tekanan (stress fracture) pada kaki kanannya. Cedera ini memaksanya absen di dua turnamen Grand Slam bergengsi, yakni Wimbledon dan US Open 2026.
Hingga saat ini, nama Raducanu belum terdaftar dalam enam turnamen tersisa pada kalender kompetisi 2026. Jika ia terus absen hingga Januari mendatang, ia berpeluang mengajukan peringkat yang dilindungi (protected ranking), fasilitas yang diperuntukkan bagi pemain yang cedera minimal selama enam bulan.
Rangkaian kekecewaan Raducanu di lapangan tanah liat dan rumput bermula sejak Mei 2026, saat ia langsung tersingkir di babak pertama Prancis Terbuka dari Solana Sierra. Sebulan kemudian, ia menembus final Queen's Club sebelum akhirnya takluk dari Donna Vekic pada laga terakhirnya sejauh ini.
Pengamat dan legenda tenis dunia, Andy Roddick, turut menyoroti situasi cedera yang dialami Raducanu. Melalui siniar miliknya pada Agustus lalu, Roddick memperkirakan sang petenis mungkin harus menepi hingga akhir tahun.
Roddick menilai cedera retak tulang membutuhkan waktu penyembuhan yang mutlak dan tidak bisa dipaksakan demi menghindari dampak buruk jangka panjang. Menurutnya, situasi ini sangat disayangkan mengingat Raducanu memiliki bakat besar yang sangat dibutuhkan di tur tenis dunia.
"Kita mungkin tidak akan melihatnya bertanding lagi di sisa tahun ini. Sangat disayangkan karena dia pemain yang sangat berbakat, tetapi kariernya terus terhenti dan mulai berulang kali," ungkap Roddick, dikutip dari Give Me Sport, Kamis (22/10/2026).
(Rivan Nasri Rachman)