Profil Fermin Aldeguer, Pembalap MotoGP yang Dijuluki El Nino

Muhammad Fadhil Mubarok, Jurnalis
Selasa 13 Oktober 2026 04:39 WIB
Profil Fermin Aldeguer, Pembalap MotoGP yang Dijuluki El Nino (Instagram/@ferminaldeguer_54)
Share :

JAKARTA - Profil Fermin Aldeguer pembalap MotoGP yang dijuluki El Nino menarik diulas. Namanya sempat menjadi sorotan setelah berhasil memenangi MotoGP Mandalika 2025 pada musim debutnya di MotoGP.

1. Profil Fermin Aldeguer

Fermín Aldeguer merupakan pembalap asal Murcia, Spanyol. Pria kelahiran 5 April 2005 ini telah akrab dengan dunia balap sejak usia dua tahun lewat motor mini, sebelum merintis karier di sejumlah kejuaraan junior Spanyol, di antaranya European Talent Cup dan FIM CEV Moto2.

Namanya mulai dikenal luas setelah keluar sebagai juara Moto2 European Championship (CEV) 2021 bersama tim Bosco Scuro.

Pada musim 2025, Aldeguer resmi promosi ke kelas utama MotoGP bersama Gresini Racing Ducati. Di musim debutnya, ia langsung menorehkan sejarah dengan meraih kemenangan perdana di Grand Prix Mandalika, Indonesia, setelah menyalip Pedro Acosta di pertengahan balapan.

Fermin Aldeguer (Instagram/@ferminaldeguer_54)

Hasil tersebut menjadikannya pembalap rookie pertama yang menang di MotoGP sejak Jorge Martin pada 2021. Capaian itu pun menempatkan Aldeguer dalam sorotan sebagai calon bintang masa depan.

2. Jejak Karier Fermín Aldeguer

Aldeguer mengawali kiprahnya pada 2013 hingga 2014 di ajang minimoto dan MiniGP. Pada periode itu, ia sukses merebut gelar Copa Levante Mini GP 110 dan tampil di Cuna de Campeones. Selanjutnya, pada 2015 hingga 2017, ia turun di kelas Mini GP 140, Maxi GP, dan PreMoto4, serta mengoleksi sejumlah gelar regional dan prestasi di level junior.

Pada 2018, Aldeguer bergabung dengan European Talent Cup dan menutup musim 2019 di urutan ketiga klasemen akhir dengan beberapa kali naik podium. Setahun berselang, ia naik kelas ke FIM CEV Superstock 600 dan langsung keluar sebagai juara lewat tujuh kemenangan dari sebelas balapan.

Tahun 2021 menjadi periode sibuk bagi Aldeguer. Ia berlaga di dua ajang sekaligus, yakni MotoE bersama Aspar Team dan Moto2 Eropa (CEV), dengan gelar juara berhasil diraih di ajang yang disebut terakhir. Di tahun yang sama, ia juga melakoni debut di Moto2 Kejuaraan Dunia sebagai pembalap pengganti.

 

Pada 2022, Aldeguer menjadi pembalap reguler Moto2 bersama tim Speed Up, sekaligus menjalani musim penuh pertamanya di level dunia. Performanya kian menanjak pada 2023, ditandai empat kemenangan beruntun di akhir musim dan finis ketiga di klasemen akhir Moto2.

Pada 2024, ia diumumkan bakal naik ke MotoGP bersama Gresini Racing Ducati. Setahun kemudian, Aldeguer melakoni debut di kelas utama dan langsung mencetak sejarah lewat kemenangan perdananya di Grand Prix Indonesia di Mandalika.

Aldeguer menyudahi balapan dengan catatan waktu 41 menit 7,651 detik, unggul 6,987 detik dari Acosta. Rekan setimnya di Gresini Racing, Alex Márquez, melengkapi podium di posisi ketiga.

Balapan ini juga diwarnai insiden tabrakan antara Marc Márquez dan Marco Bezzecchi di lap pertama, yang membuat kedua pembalap tangguh tersebut gagal melanjutkan lomba. Di tengah situasi itu, Aldeguer mencatatkan lap tercepat dengan waktu 1:30,499 dan tampil dominan tanpa tekanan berarti pada lap-lap akhir.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya