LOMBOK – Pedro Acosta blak-blakan mengkritik perubahan format pekan balapan MotoGP 2027. Menurut rider Red Bull KTM itu, karier seorang pembalap motor bisa makin pendek.
MotoGP Sports Entertainment Group (MSEG) mengumumkan perubahan format pekan balapan untuk musim depan. Keputusan ini diklaim demi membuat ajang balap tersebut jadi lebih seru.
Saat ini, format pekan balapan adalah latihan bebas 1 dan Practice di hari Jumat. Kemudian, di hari Sabtu ada latihan bebas 2, kualifikasi, dan Sprint Race. Hari Minggu hanya berisi Warm Up atau pemanasan dan balapan utama.
Tapi, mulai MotoGP 2027, sesi Practice dihilangkan dan diganti kualifikasi untuk menentukan grid di Sprint Race (Sprint Qualifying). Lalu, kualifikasi hari Sabtu dipakai untuk posisi start saat balapan utama.
Tapi, format pekan balapan itu menghilangkan sesi Warm Up jelang lomba di hari Minggu. Perubahan ini jadi topik utama jelang MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Acosta jadi salah satu pembalap yang blak-blakan mengkritik format baru tersebut. Menurutnya, karier rider terancam semakin pendek karena padatnya pekan balapan di mana sekarang sudah ada 22 seri.
“Saya tidak tahu apakah itu hal terbaik dengan membuat Sprint Qualifying di hari Jumat dengan 22 pembalap di trek, Q1 dengan 22 orang lain lagi, Q2, Sprint Race, dan balapan utama,” keluh Acosta, dikutip dari Crash, Jumat (8/10/2026).
“Saya paham format baru ini (bagus) kalau kami hanya (punya) setengah jumlah Sprint Race. Tapi, masalahnya, kami sudah punya terlalu banyak balapan,” sembur pria berkebangsaan Spanyol tersebut.
“Kalau kamu cek ke semua pembalap, tidak ada yang tidak mengalami cedera di sepanjang musim. Karier profesional pembalap akan semakin pendek jika keadaannya terus begini,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)