Selain prestasi, pengembangan esports juga diarahkan agar memberi ruang lebih besar bagi industri dalam negeri. Game lokal, komunitas, penyelenggara kompetisi, dan talenta digital dinilai perlu tumbuh bersama sehingga Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mampu menjadi pemain penting dalam industri esports global.
Sementara itu, Wakil Menpora RI, Taufik Hidayat, menekankan pembinaan atlet esports membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan. Menurutnya, latihan fisik, daya tahan, serta pembentukan mental perlu menjadi bagian dari pembinaan sejak usia dini.
“Yang saya titipkan, jenjang atletnya harus pembinaan dari usia dini agar lebih baik lagi,” tukas Taufik.
Dengan arah tersebut, PB ESI diharapkan mampu membangun sistem pembinaan yang memberikan kepastian bagi atlet sejak pencarian bakat hingga jenjang profesional. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat prestasi Indonesia dan menjadikan esports sebagai olahraga yang sehat, profesional, serta berkelanjutan.
(Wikanto Arungbudoyo)