JAKARTA – Tim bulu tangkis Indonesia dipastikan menjalani pemusatan latihan (TC) di Tokyo, Jepang, pada 13 hingga 17 September 2026 sebagai persiapan akhir menghadapi Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Keberangkatan yang mendapat rekomendasi serta dukungan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sehingga berangkat lebih awal pada Sabtu, 12 September 2026.
Langkah percepatan keberangkatan tersebut bertujuan memberikan waktu yang cukup bagi para atlet untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan serta perbedaan waktu setempat. Selain penyesuaian geografis, penyesuaian dini ini juga diharapkan membantu pemain membiasakan diri dengan ritme aktivitas sebelum memasuki agenda pemusatan latihan inti.
Skuad Merah Putih sengaja diterbangkan lebih cepat agar transisi cuaca dan kebiasaan harian para atlet dapat berjalan tanpa hambatan berarti. Hal ini krusial mengingat persaingan di multievent terbesar Asia tersebut menuntut tingkat fokus serta kesiapan fisik yang prima sejak hari pertama.
Persiapan matang di negeri Sakura ini dirancang secara sistematis untuk menguji ketahanan mental sekaligus memupuk kekompakan seluruh anggota kontingen. Setiap sektor dipersiapkan secara detail agar mampu melewati ketatnya persaingan melawan pebulu tangkis top dunia lainnya.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menjelaskan agenda di ibu kota Jepang itu merupakan tahapan krusial dalam persiapan akhir menuju pesta olahraga Asia tersebut. Fokus utama dari program ini meliputi pematangan aspek teknis, penajaman taktik, pemeliharaan kondisi fisik, serta pengaturan waktu pemulihan yang seimbang.
"Pemusatan latihan di Tokyo merupakan salah satu tahapan penting dalam persiapan akhir menuju Asian Games. Fokusnya adalah mematangkan aspek teknis dan taktis, menjaga kondisi fisik, mengatur ritme latihan dan recovery, serta membangun kesiapan mental dan kekompakan tim," ujar Eng Hian melalui keterangan pers Humas dan Media PP PBSI, dikutip Minggu (13/9/2026).
Pria yang akrab disapa Didi itu menambahkan bahwa pihaknya ingin seluruh anggota skuad memanfaatkan kesempatan emas ini sebaik mungkin agar berada di puncak performa saat bertanding di Aichi dan Nagoya.
Pemusatan latihan khusus di luar negeri ini juga dimanfaatkan tim pelatih untuk mengevaluasi kekurangan sekecil apa pun dari setiap pemain andalan Indonesia. Setiap sesi dirancang secara terukur demi memastikan seluruh atlet mampu mengatasi tekanan psikologis di arena pertandingan yang sebenarnya.
Kehadiran jajaran pelatih kepala bersama tim pendukung diharapkan mampu memberikan pengawasan menyeluruh terhadap grafik performa masing-masing atlet. Evaluasi berkala harian menjadi instrumen penting untuk menjaga konsistensi permainan sepanjang program pemusatan latihan berlangsung.
Guna menunjang efektivitas program, PBSI turut memboyong sejumlah pemain sparring partner serta jajaran asisten pelatih utama untuk mendampingi skuad inti di Jepang. Kehadiran tim pendukung yang lengkap ini diharapkan mampu memaksimalkan porsi latihan di setiap sektor sehingga seluruh materi persiapan dapat terserap secara optimal.
Eng Hian pun mau seluruh pemain yang dipercaya membela Indonesia di Asian Games 2026 dapat menjalani rangkaian persiapan dengan fokus. Dengan fokus, maka akan tercipta suasana positif serta penuh rasa percaya diri tinggi.
"Ketika waktunya bertanding nanti, mereka bisa tampil lepas, saling mendukung sebagai satu tim, berjuang untuk setiap poin, dan memberikan kemampuan terbaik untuk 'Merah Putih'," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)