SEKTOR ganda campuran pelatnas PBSI kini tengah memasuki babak baru. Setelah melakukan evaluasi mendalam, PP PBSI memutuskan merombak jajaran pelatih dengan menunjuk kembali Nova Widianto sebagai kepala pelatih, menggantikan posisi yang sebelumnya diisi oleh Rionny Mainaky dan Amon Sunaryo.
Langkah ini diambil di tengah upaya perbaikan performa atlet yang belakangan dinilai belum memuaskan. Sebagai bagian dari penyesuaian strategi, PBSI juga menarik dua pasangan, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, dari daftar peserta BWF World Championships 2026 di New Delhi, India.
Sekjen PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyatakan penarikan tersebut merupakan langkah administratif untuk memastikan kesesuaian dengan regulasi yang berlaku. Di samping itu, PBSI juga tengah memantau proses peradilan independen oleh BWF terkait dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan sejumlah pemain.
Terkait proses hukum tersebut, PBSI memilih untuk menghormati jalannya mekanisme BWF. Pihak federasi menegaskan tidak akan berkomentar lebih lanjut guna menjaga kondusivitas, serta tidak ingin mengaitkan proses yang sedang berlangsung dengan individu atlet tertentu.
Tugas besar kini menanti Nova Widianto. Usai menghabiskan 3,5 tahun melatih di Malaysia, ia kembali ke tanah air dengan tantangan nyata: meningkatkan prestasi sektor ganda campuran yang stagnan pasca-era Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir serta Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.
Permasalahan regenerasi menjadi catatan penting. Saat ini, sektor ganda campuran pelatnas dinilai kekurangan sosok senior yang tangguh untuk membimbing para pemain muda. Tanpa adanya pasangan senior yang kompetitif, lingkungan latihan yang mampu memacu perkembangan atlet menjadi sulit terbentuk.
Performa pasangan-pasangan muda pun belum stabil. Jafar/Felisha, yang sebelumnya sempat bersinar di Taipei Open 2025 dan China Open 2025, justru mengalami penurunan performa drastis tahun ini dengan sering terhenti di babak awal turnamen.
Di sisi lain, PBSI mulai melakukan bongkar pasang komposisi. Indah Cahya Sari Jamil kini dipasangkan dengan Bagas Maulana yang beralih dari sektor ganda putra, sementara Adnan Maulana sedang disiapkan mencari partner baru. Pasangan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah juga tetap dipertahankan meski belum menembus jajaran elite dunia.
Di tengah kompleksitas tersebut, Nova harus segera menemukan racikan terbaik. Stabilitas performa dan ketajaman pola permainan menjadi prioritas utama yang harus diperbaiki agar para pemain bisa kembali bersaing di level internasional.
Tidak hanya fokus pada turnamen jangka pendek, Nova juga mengemban misi krusial dalam menyiapkan fondasi untuk Olimpiade Los Angeles 2028. Dengan kualifikasi yang akan dimulai pada April 2027, waktu yang dimiliki Nova tergolong sangat singkat untuk membentuk pasangan yang matang dan siap secara mental.
(Rivan Nasri Rachman)