JAKARTA – Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengakui kasus match fixing yang tengah bikin heboh, tidak mengganggu persiapan mereka di Pelatnas PBSI. Suasana di Cipayung bahkan disebut biasa saja.
Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sedang menyelidiki kasus dugaan pelanggaran integritas yang terjadi di kalangan atlet. Diduga, sejumlah atlet Indonesia terkhusus dari sektor ganda campuran terlibat.
Atlet Indonesia disinyalir terlibat dalam match fixing dalam sebuah pertandingan. Saat ini, BWF masih melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kasus pelanggaran integritas tersebut.
Soal pelanggaran integritas ini, Raymond tidak mau ambil pusing. Menurutnya, kasus ini tidak menganggu persiapan atlet Pelatnas PBSI menatap berbagai turnamen mendatang.
"Oh suasana (Pelatnas PBSI) mah biasa-biasa saja sih sebenarnya," kata Raymond kepada awak media, termasuk Okezone di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta pada Rabu (12/8/2026).
Keduanya menyatakan fokus saat ini adalah mematangkan persiapan untuk BWF World Championships atau Kejuaraan Dunia 2026. Turnamen itu akan digelar di New Delhi, India pada 17 - 23 Agustus.
"Ya pelajaran saja juga buat kami. Ya kalau menurut saya kan kami jadi atlet juga bukan cari itu sih sebenarnya kalau saya," tutur Raymond.
"Sama," timpal Joaquin.
Sementara itu, Pengurus Pusat PBSI sebelumnya sudah mengeluarkan pernyataan soal dugaan pelanggaran integritas yang melibatkan atlet Indonesia. Sekretaris Jenderal (Sekjen), Ricky Soebagdja, menyatakan pihaknya bakal mendukung proses mekanisme penyelidikan dari BWF.
"PP PBSI menghormati dan mendukung sepenuhnya mekanisme yang diterapkan BWF sebagai bagian dari upaya menjaga integritas olahraga bulu tangkis serta menghormati independensi proses yang sedang berlangsung," ujar Ricky dalam keterangan resmi PBSI.
(Wikanto Arungbudoyo)