Todotua menegaskan, optimisme tersebut harus diimbangi dengan dukungan maksimal di luar arena pertandingan. Karena itu, tim CdM terus berkoordinasi dengan setiap cabang olahraga untuk memastikan seluruh kebutuhan nonteknis atlet dan ofisial dapat dipenuhi.
"Fokus utama kami adalah memastikan atlet dan ofisial bisa berangkat ke Nagoya dengan baik, menjalani persiapan di sana secara maksimal, dan tidak dipusingkan oleh persoalan-persoalan nonteknis. Biarkan atlet fokus bertanding, sementara kami memastikan seluruh kebutuhan pendukungnya terpenuhi sehingga mereka bisa tampil dengan rasa percaya diri yang lebih besar untuk meraih medali," tegasnya.
Dalam dialog bersama atlet dan pelatih, tim CdM juga menerima sejumlah masukan terkait kebutuhan selama mengikuti Asian Games. Salah satunya adalah dukungan mobile physiotherapist guna menjaga kondisi atlet selama menjalani pertandingan.
"Hal-hal seperti ini memang menjadi tanggung jawab kami. Kami ingin memastikan aspek-aspek nonteknis benar-benar mendukung performa atlet di lapangan. Semakin sedikit hal yang mengganggu konsentrasi mereka di luar pertandingan, semakin besar pula peluang atlet untuk memberikan penampilan terbaik bagi Indonesia," ujar Todotua.
Kepala Pelatih Pelatnas PBSI, Eng Hian menyebut persiapan yang dijalani jelang Asian Games 2026 lebih baik dibanding sebelumnya, termasuk program latihan, program periodesasi dan mengatur jadwal turnamen yang diikuti para atlet dalam rangka persiapan. Kondisi ini membuat PBSI optimistis mampu memberikan prestasi yang lebih baik lagi.
“Sesuai hasil dari diskusi tim review kemenpora, hasilnya satu medali emas. Tadi sudah disampaikan oleh Pak CdM, peluang ada di beregu putra. Dari hasil turnamen terakhir ganda putra menunjukkan grafik yang sangat baik, jadi probability medali dari dua sektor ini, meskipun tidak menutup kemungkinan ada dari sektor lain, seperti tunggal putra,” tutup Eng Hian.
(Ramdani Bur)