PENCINTA bulu tangkis Indonesia dan Malaysia tengah heboh dengan adanya skenario tukar guling pelatih top antar kedua negara tersebut. Rumor ini menguat usai Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) dan BAM (Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia) secara hampir bersamaan mengumumkan pengunduran diri pelatih kepala ganda campuran masing-masing per hari ini, Jumat (31/7/2026).
PBSI secara resmi mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih kepala ganda campuran Rionny Mainaky serta asisten pelatih Amon Sunaryo. Melalui pernyataan resminya, pihak PBSI menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas segala dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan selama mereka mengabdi di pelatnas.
"PP PBSI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, serta kontribusi yang telah diberikan selama menjadi bagian dari pelatnas PBSI. Semoga Rionny dan Amon senantiasa sukses dan diberikan yang terbaik dalam setiap langkah serta perjalanan karier mereka ke depan," tulis pernyataan resmi PBSI, Sabtu (31/7/2026).
Di sisi lain, BAM juga mengonfirmasi perpisahan dengan pelatih kepala ganda campuran mereka, Nova Widianto, yang memutuskan kembali ke Tanah Air. Selama memimpin skuad Negeri Jiran, Nova sukses menorehkan sejarah gemilang dengan membawa pasangan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei keluar sebagai juara dunia ganda campuran pertama bagi Malaysia pada 2025 lalu.
" BAM menyampaikan apresiasi tulus kepada Pelatih Kepala Ganda Campuran, Nova Widianto, yang akan mengakhiri masa jabatannya bersama tim nasional pada akhir Juli karena akan kembali ke Indonesia," ungkap BAM dalam pernyataan resminya.
Waktu pengunduran diri yang jatuh pada hari yang sama langsung memicu spekulasi liar di kalangan pencinta bulu tangkis mengenai adanya skenario "tukar guling" posisi pelatih antara Indonesia dan Malaysia. Direktur Kepelatihan Ganda BAM, Rexy Mainaky, sebelumnya sempat membocorkan bahwa Nova Widianto diproyeksikan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Rionny di Pelatnas PBSI.