DIREKTUR Kepelatihan Ganda Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM), Rexy Mainaky, membenarkan Nova Widianto kembali ke pelatnas PBSI Cipayung. Nova Widianto akan menjadi pelatih ganda campuran untuk menangani Jafar Hidayatullah dan kawan-kawan
Sebagaimana diketahui, Nova Widianto resmi mengakhiri masa tugasnya di BAM pada akhir Juli 2026. Setelah dari BAM, Nova Widianto kembali ke pelatnas PBSI per Agustus 2026.
"Memang benar, Nova menerima tawaran dari PBSI. Dia pasti akan dirindukan," ujar Rexy Mainaky, Okezone mengutip dari media Malaysia, Berita Harian, Jumat (31/7/2026).
Rexy Mainaky mengungkapkan, keputusan Nova Widianto meninggalkan BAM bukan hanya soal menerima tawaran dari PBSI saja. Ada faktor lain yakni keluarga yang turut memengaruhi langkah Nova Widianto pulang ke Tanah Air.
Rexy Mainaky menjelaskan Nova Widianto telah menyampaikan rencana kepulangannya sejak menerima tawaran dari PBSI. Saat itu, Nova Widianto masih ingin berdiskusi terlebih dahulu dengan keluarganya sebelum mengambil keputusan.
Menurut Rexy Mainaky, keluarga Nova Widianto menilai kesempatan untuk kembali ke PBSI merupakan peluang yang patut diterima. Selain itu, ibunda Nova, Yustina Sutarni, juga mendorong putranya agar kembali ke Indonesia.
"Sebelumnya, Nova memberi tahu saya bahwa dia telah menerima tawaran untuk kembali ke PBSI sebagai pelatih. Saat itu, dia mengatakan perlu berbicara dengan keluarganya dan ibunya," kata Rexy Mainaky.
"Keluarganya merasakan dia sepatutnya menerima tawaran itu jika ada peluang untuk kembali ke PBSI, dan adalah lebih baik dia kembali ke Indonesia," lanjut Rexy Mainaky.
"Ia juga mengatakan kepada saya bahwa ibunya mendorongnya untuk kembali. Pada akhirnya dia menerima tawaran itu dan kembali," tutup Rexy Mainaky.
Kepergian Nova Widianto menjadi kehilangan bagi BAM mengingat kontribusinya dalam membangun sektor ganda campuran Malaysia selama lebih dari tiga tahun terakhir. Sementara bagi PBSI, kembalinya Nova diharapkan mampu memperkuat pembinaan dan meningkatkan prestasi ganda campuran Indonesia di level internasional.
(Ramdani Bur)