Selain untuk memberikan ruang regenerasi bagi pemain muda di tengah ketatnya persaingan ganda putra Indonesia, tawaran menarik sebagai pemain sekaligus pelatih di Negeri Paman Sam turut melatarbelakangi kepindahannya.
Meski telah berganti paspor, sentuhan magis Tony di lapangan sama sekali tidak luntur. Terbukti ia kembali mencetak sejarah gemilang pada ajang BWF World Championships 2005.
Berpasangan dengan wakil tuan rumah Howard Bach, Tony secara mengejutkan keluar sebagai juara dunia usai membekuk pasangan Indonesia, Candra Wijaya dan Sigit Budiarto, dengan skor 15-11, 10-15, 15-11. Menariknya hingga saat ini, Tony tetap menjadi satu-satunya pebulu tangkis yang mampu menjadi juara dunia bersama dua negara berbeda.
(Rivan Nasri Rachman)