Hal senada disampaikan salah satu pemain Timnas Voli Indonesia, Alfin Daniel. Ia mengaku seluruh pemain sudah merasakan kelelahan, tetapi tetap bertekad memberikan kemenangan karena bermain di hadapan pendukung sendiri.
“Kami bermain di kandang sendiri. Masa pulang tidak membawa apa-apa. Rasanya tidak pantas kalau kami pulang tanpa hasil. Itu yang menjadi motivasi kami. Sebenarnya kami memang sudah tidak punya kondisi fisik yang bagus," tutur Alfin.
“Apa yang disampaikan Coach Toiran benar. Mental kami ingin menang, tetapi kondisi fisik sudah tidak mendukung. Jadi kami bermain dengan prinsip nothing to lose. Energi apa pun yang masih tersisa di tubuh kami, semuanya kami keluarkan hari ini,” ujar putra legenda voli Indonesia, Rita Kurniati, tersebut.
Pada leg pertama turnamen, Indonesia juga gagal menjadi juara setelah kalah dramatis 2-3 dari Kamboja dengan skor 23-25, 26-28, 25-23, 25-22, dan 11-15 di partai final. Meski prestasi menurun ke peringkat ketiga di leg kedua, perjuangan Timnas Voli Putra Indonesia harus diapresiasi.
Usai menyelesaikan turnamen, Timnas Voli Putra Indonesia dijadwalkan menjalani masa istirahat. Skuad Garuda tidak tampil pada AVC Volleyball Men's Continental Championship 2026 di Jepang yang berlangsung pada 4-13 September.
Sebagai gantinya, tim akan kembali menggelar pemusatan latihan mulai Rabu (5/8/2026) sebagai persiapan menghadapi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Sebanyak 20 hingga 22 pemain akan dipanggil untuk mengikuti training camp.
Selain menjalani latihan intensif, Timnas Voli Putra Indonesia juga telah menyiapkan sejumlah laga uji coba internasional. India dan Vietnam menjadi dua negara yang dijadwalkan menghadapi Dio Zulfikri dan kolega sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Sementara itu, Vietnam keluar sebagai juara leg kedua SEA V Cup 2026. The Golden Star Warriors -julukan Vietnam- memastikan gelar setelah mengalahkan Thailand 3-2 pada partai final dengan skor 22-25, 25-23, 25-19, 15-25, dan 15-10.
(Ramdani Bur)