Berbicara mengenai jalannya laga kontra pasangan Taiwan, Pearly menilai kegagalan mereka lebih disebabkan oleh faktor ketenangan, bukan masalah strategi bermain. Mereka kerap terburu-buru untuk mematikan bola saat memasuki momen-momen krusial.
"Pada poin-poin krusial, kami terburu-buru untuk menyelesaikan reli dan membuat kesalahan yang seharusnya tidak kami lakukan," imbuh Pearly.
M. Thinaah pun sepakat dan memberikan kredit khusus bagi lawan yang mampu menekan balik setelah kalah telak di gim pertama. Kegagalan mempertahankan poin di Tokyo ini membuat posisi mereka di peringkat dunia kian terancam menjelang China Open dan Kejuaraan Dunia di New Delhi Agustus mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)