Tapi, Martin justru menyetop atau mengakhiri kontraknya dengan Red Bull. Ia mengaku tidak tahu apakah di masa depan akan kembali menggandeng minuman berenergi asal Austria itu atau tidak.
“Saat ini, kerjasama itu berakhir. Saya tidak tahu apakah di masa depan bisa kembali bersama, tetapi untuk saat ini, kami tidak lagi bersama,” tandas Martin.
Keputusan itu membuat Martin kehilangan pemasukan milyaran rupiah per tahun. Sebab, Red Bull biasanya mengikat kontrak bernilai ratusan ribu hingga jutaan Euro.
Selain itu, Martin juga tidak lagi mendapat fasilitas latihan di kantor pusat Red Bull di Austria. Padahal, tempat tersebut kerap berguna bagi para pembalap dan olahragawan untuk program fisik.
(Wikanto Arungbudoyo)