PERFORMA pembalap muda asal Indonesia, Veda Ega Pratama, di panggung Moto3 musim 2026 benar-benar mencuri perhatian pencinta balap motor dunia. Tampil impresif dan konsisten di barisan depan, Veda membuktikan pembalap tanah air mampu bersaing sengit dengan talenta-talenta terbaik dari Eropa dan Amerika.
Keberhasilan Veda menggila di lintasan sirkuit musim ini tidak terjadi begitu saja. Ada perpaduan kerja keras, adaptasi yang cepat, serta dukungan matang di belakang layar.
Transisi dari motor yang ia gunakan di ajang junior (seperti Asia Talent Cup atau Red Bull Rookies Cup) ke motor spesifikasi Moto3 menuntut penyesuaian yang tidak mudah. Kunci utama Veda terletak pada kemampuannya memahami karakter sasis dan mesin Moto3 yang lebih agresif dengan sangat cepat sejak tes pramusim, sehingga ia bisa langsung kompetitif sejak seri-seri awal.
Bermain di level kejuaraan dunia berarti harus siap menghadapi tekanan mental yang luar biasa besar. Veda menunjukkan kedewasaan bertanding yang melampaui usianya.
Veda tetap tenang saat melakukan aksi saling salip (overtaking) di tikungan-tikungan krusial dan tidak mudah panik ketika posisinya sempat melorot ke belakang.
Moto3 terkenal dengan balapan kelompok di mana jarak antar pembalap sangat rapat hingga lap terakhir. Veda dan tim mekaniknya sukses membangun komunikasi yang solid.