NOALE – Pembalap Tim Aprilia Racing, Jorge Martin, menyambut positif jeda kompetisi yang cukup panjang di awal musim MotoGP 2026. Meskipun Aprilia tengah berada dalam momentum kemenangan yang dominan, Martin menilai rehat satu bulan ini sangat krusial bagi proses pemulihan kondisi fisiknya yang belum mencapai 100 persen.
Penundaan seri Qatar membuat adanya celah waktu yang lebar antara GP Amerika Serikat menuju seri Spanyol. Bagi Martin, ini adalah kesempatan emas untuk memulihkan diri pascaoperasi musim dingin akibat cedera tahun lalu, sekaligus memberikan waktu bagi para rival, termasuk juara bertahan Ducati untuk berbenah.
Jorge Martin memiliki filosofi unik mengenai hubungan antara kerja keras dan istirahat bagi seorang atlet balap. Ia percaya bahwa jeda ini justru akan membantunya tampil lebih kuat di paruh musim selanjutnya.
"Setiap kali saya mendorong tubuh hingga batas maksimal lalu beristirahat, maka saat saya kembali, batas kemampuan saya akan bergeser lebih jauh lagi," ungkap Martin, mengutip dari Crash, Jumat (17/4/2026).
Selama balapan di COTA kemarin, Martin mengakui ia harus bermain cerdik dalam mengelola stamina. Prioritas utamanya adalah membawa motor pulang ke garis finis tanpa mengambil risiko yang tidak perlu.
Meski demikian, Martin tetap tampil kompetitif dengan memenangkan Sprint Race lewat manuver gemilang di lap terakhir terhadap Francesco Bagnaia, serta mengamankan podium kedua di balapan utama di belakang rekan setimnya, Marco Bezzecchi.