Langkah pensiun ini terbilang cukup awal jika melihat usia Ghaida yang baru menginjak 26 tahun pada 2025. Di usia yang masih sangat produktif bagi atlet tunggal putri, ia justru memilih untuk membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para pemain di Kanada.
Meski alasan pastinya untuk berhenti bermain tidak diungkapkan ke publik, dedikasinya kini bergeser dari mengejar medali di lapangan menjadi mencetak bibit-bibit unggul dari pinggir lapangan.
Kisah Ghaida Nurul Ghaniyu menjadi bukti bahwa kesuksesan seorang atlet tidak melulu harus berakhir di podium juara. Dengan menjadi pelatih di luar negeri, ia tidak hanya membawa nama baik Indonesia, tetapi juga membuktikan bahwa keahlian pebulu tangkis Tanah Air sangat diakui dan dibutuhkan oleh dunia internasional.
(Rivan Nasri Rachman)