Kemudian, ada Tai Tzu Ying. Tunggal putri kebanggaan Taiwan ini juga baru saja umumkan pensiun, tepatnya pada akhir musim 2025.
Keputusan yang disampaikan pada 7 November 2025 itu sontak jadi sorotan besar. Sebab, Tai Tzu Ying jadi salah satu tunggal putri terbaik dunia yang penampilannya selalu dinantikan.
Tai Tzu Ying sukses meraih medali perak Olimpiade Tokyo, jadi runner-up Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2021, tiga kali kampiun juara Asia, hingga meraih medali emas Asian Games 2018. Di turnamen BWF World Tour, banyak gelar juara juga yang sudah diraihnya, di antaranya ada Indonesia Masters, All England, Malaysia Open, Indonesia Open, Taiwan Open, Denmark Open, dan lainnya.
Berkat kiprah manisnya, Tai Tzu Ying juga pernah duduki peringkat 1 dunia. Momen itu terjadi pada 2016. Keputusan pensiun sendiri diambil Tai Tzu Ying usai lama berkutat dengan cedera. Dia alami cedera lutut dan kaki yang berkepanjangan. Cedera itu kembali kambuh setelah Olimpiade Paris 2024.
Terakhir, ada Carolina Marin. Keputusan mengejutkan ini baru diambil tunggal putri kebanggaan Spanyol itu pada kemarin, Kamis 26 Maret 2026. Marin pensiun di usia 32 tahun menyusul cedera lutut (ACL) ketiga yang dialaminya.
Marin sendiri juga sukses ukir prestasi manis kala masih aktif bermain. Dia bahkan 3 kali juara dunia. Bahkan, Marin telah koleksi 1 medali emas Olimpiade yang diraih di Olimpiade Rio de Janeiro pada 2016.
Sama seperti Tai Tzu Ying, Marin pernah menduduki peringkat 1 dunia. Prestasi itu diraihnya pada Juni 2015.
(Djanti Virantika)