"Pada awalnya kami berpikirnya sama-sama di lapangan, sama-sama punya chance untuk menang, sama-sama punya kans hanya tergantung memang siapa yang lebih siap. Dan hari ini kami mengakui kekalahan kami, mereka lebih siap hari ini," ujar Joaquin.
Menghadapi pasangan nomor satu dunia memberikan perspektif baru bagi atlet berusia 20 tahun tersebut. Joaquin mengaku sangat terkesan dengan aura serta stabilitas permainan yang ditunjukkan oleh duo Korea Selatan tersebut.
"Melawan peringkat satu dunia kami banyak mendapat pelajaran. Mereka dari pemanasan saja auranya sudah berbeda. Puji Tuhan senang bisa kesampaian lawan mereka. Kim/Seo dengan kekonsistenannya, benar-benar stabil terus dari awal sampai akhir. Kami akan mencoba meniru seperti mereka supaya bisa kami bisa lebih baik kedepannya," sambung Joaquin.
Terakhir, Joaquin menegaskan bahwa hasil semifinal ini akan menjadi modal kepercayaan diri tambahan bagi dirinya dan Raymond untuk menatap kalender turnamen selanjutnya.
"Tentu pasti hal ini membuat kami jadi lebih percaya diri dengan semifinalis ini. Ke depan ini tidak boleh dijadikan beban, Kami mau dibawa enjoy saja. Dan mohon dukungannya dari rakyat Indonesia agar kami bisa terus berkembang dan berprestasi," tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)