Kisah Debut Pahit Alwi Farhan di All England 2026, Mimpi yang Terbentur Tembok Besar Birmingham

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Sabtu 07 Maret 2026 14:44 WIB
Tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)
Share :

BIRMINGHAM – Bagi pebulu tangkis muda Alwi Farhan, menginjakkan kaki di Utilita Arena, Birmingham, adalah sebuah pencapaian emosional. Datang sebagai tunggal putra nomor satu Pelatnas Cipayung sekaligus peraih gelar Indonesia Masters 2026, All England merupakan wishlist terbesar dalam kariernya.

Namun, panggung tertua di dunia ini memberikan pelajaran berharga yang cukup pahit bagi sang debutan. Mimpinya menjuarai All England tampaknya harus tertunda karena ia gagal melaju lebih jauh ke babak semifinal.

Sebelum berangkat, pemain peringkat 14 dunia ini mengungkapkan antusiasmenya mencicipi karpet abu-abu ikonik Birmingham. Meski sudah pernah mencicipi level Super 1000 di China hingga Malaysia, All England memiliki tempat spesial di hatinya.

“Main di Birmingham Arena suatu mimpi yang sebentar lagi akan jadi kenyataan. Pastinya senang, excited,” ungkap Alwi Farhan sebelum tampil di All England 2026.

1. Terhenti di Delapan Besar

Sayangnya, perjalanan indah Alwi harus terhenti di babak perempatfinal, Jumat 6 Maret 2026. Alwi dipaksa mengakui keunggulan pemain nomor dua dunia asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn.

Alwi Farhan unjuk aksi di All England 2026 PBSI

Dalam laga tersebut, Alwi seolah sedang menghantam tembok besar yang mustahil ditembus. Pertahanan Kunlavut yang begitu rapat membuat Alwi menyerah dua gim langsung, 17-21 dan 12-21.

"Kunlavut adalah pemain yang ulet, tidak gampang mati, pemain yang kuat untuk sekarang. Saya coba melawan hal dari situ tapi saya rasa saya sedikit kalah rapi dari segi pukulannya," ujar Alwi dalam keterangan resmi yang dibagikan PBSI, Sabtu (7/3/2026).

 

Ketangguhan mental dan konsistensi pukulan lawan menjadi pembeda kelas yang harus segera dikejar oleh Alwi jika ingin bersaing di jajaran elite dunia.

2. Kandasnya Harapan Tunggal Indonesia

Nasib serupa juga menimpa satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia yang tersisa, Putri Kusuma Wardani. Putri kembali harus menelan kekalahan untuk kesembilan kalinya dari ratu bulu tangkis dunia asal Korea Selatan, An Se Young. Putri tak berkutik dan kalah dengan skor 11-21 serta 14-21.

Alwi Farhan. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

Kegagalan dua wakil ini memastikan sektor tunggal Indonesia bersih tak tersisa di babak semifinal. Putri mengakui bahwa konsistensi dan kekuatan pikiran di lapangan saat menghadapi pemain Top 4 masih menjadi pekerjaan rumah yang sangat besar.

"Tadi benar-benar dari konsistensi sama berpikir di lapangannya harus benar-benar kuat dan saya belum berhasil melakukan itu," pungkas Putri dengan nada kecewa.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya