PELATIH ganda campuran Indonesia, Rionny Mainaky, memberikan penjelasan terkait tidak dikirimnya Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil ke All England 2026. Ia mengatakan sejak awal Adnan/Indah sudah disiapkan untuk turun di dua turnamen setelah All England 2026.
Sebelumnya, absennya Adnan/Indah di All England 2026 menuai banyak sorotan. Pasalnya, Adnan/Indah mengalami kemajuan pesat, dengan salah satunya menjuarai Thailand Masters 2026 pada awal bulan ini.
Rionny Mainaky menjelaskan skuad ganda campuran di tur Eropa dibagi dua. Untuk All England, memang hanya ada dua pasang yang dikirim, di mana dua ranking teratas adalah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu dan Amry Syahnawi/Nita Violina Marwah.
Sementara itu, Adnan/Indah diikutkan di dua turnamen berikutnya dengan level Super 300 yakni Swiss Open dan Orleans Masters 2026. Adnan/Indah pun ditemani ganda campuran lainnya Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.
"Untuk All England itu sudah didaftarkan sejak sebelum Thailand (Masters). All England kan (mau turunkan) dua pasang. Rangking teratas," ungkap Rionny di Pelatnas PBSI Cipayung, dikutip Jumat (13/2/2026).
"Karena terlalu banyak (kalau semua pasangan ikut semua pertandingan), kita bagi jadi dua. Amry/Nita sama Jafar/Felisha di All England dan Swiss. Terus kita gabung yang dua lagi Adnan/Indah sama Dejan/Bernadine (di Swiss dan Orleans)," tambahnya.