Tak hanya nomor individu, Susy juga jago di sektor beregu. Ia menunjukkan jiwa kepemimpinannya sebagai kapten tim saat membawa Indonesia mematahkan dominasi China untuk menjuarai Piala Uber pada edisi 1994 dan 1996.
Namun, di balik lemari trofinya yang penuh dengan gelar bergengsi dunia, terdapat satu fakta unik yang jarang disadari. Susy tidak pernah mencicipi podium tertinggi di pesta olahraga terbesar se-Asia, Asian Games.
Catatan terbaiknya di multievent Asia ini hanya sebatas medali perak pada nomor beregu putri di edisi 1990 dan 1994. Di nomor perorangan, Susy bahkan belum pernah melaju ke babak final dan harus puas dengan raihan medali perunggu!
Itulah kisah Susy Susanti, legenda bulu tangkis dunia yang ternyata tak pernah meraih medali emas Asian Games. Pun begitu, BWF tetap memasukkan namanya ke Hall of Fame pada 2004.
(Wikanto Arungbudoyo)