SEVA – Pengamat MotoGP, Alex Criville, soroti Marc Marquez yang moncer bersama Ducati di MotoGP 2024. Menurutnya, Marc Marquez telah memoles gaya balapnya setelah pindah ke Gresini Ducati musim ini.
Marc Marquez dinilai tetap agresif dalam bersaing di atas linstasan. Tetapi, juara dunia enam kali MotoGP itu sekarang lebih halus dibanding saat masih bersama Repsol Honda.
Diketahui, Marquez telah dikenal dengan gaya balap yang agresif sepanjang kariernya di MotoGP. Selama 11 musim bersama Honda, cara itu membuatnya berhasil merengkuh enam gelar juara di kelas utama dalam periode 2013-2019.
Namun, setelah performa motor Honda menurun dalam beberapa musim terakhir, The Baby Alien -julukan Marquez- akhirnya memutuskan pindah ke Gresini Ducati. Dia mengambil risiko yang sangat besar dalam kariernya demi bersaing di papan atas dengan motor terbaik yang ada saat ini, Demosedici GP.
Setelah hampir semusim menunggangi Ducati, Marquez pun dinilai oleh Criville telah memoles gaya balapnya. Kata Criville, rider berusia 31 tahun itu sudah paham apa yang dibutuhkannya untuk membuat motor Desmosedicinya melaju cepat, meskipun agresivitasnya tak seperti saat masih bersama Honda dulu.
“Dia telah memoles gaya balapnya. Dia telah memahami dengan baik apa yang dibutuhkan Ducati untuk melaju cepat. Dia agresif, tetapi lebih halus pada motornya,” kata Criville, dilansir dari Motosan, Jumat (11/10/2024).
“Saya melihat posisi Marc di Honda lebih agresif, bahkan bertarung dengan motornya. Nampaknya dengan Ducati, bobotnya lebih ke belakang sehingga punya traksi lebih besar saat keluar tikungan. Ini gaya yang sedikit lebih klasik dan lebih mudah. Itu adalah detail kecil,” imbuhnya.
Marquez pun telah membuktikan diri sudah bisa bersaing di papan atas sepanjang musim ini, meski baru menjalani tahun debutnya dengan Ducati. Dia telah memenangkan balapan di Sirkuit Misano yang menjadi akhir dari paceklik kemenangannya yang hampir mencapai tiga tahun lamanya.
Juara dunia delapan kali itu pun duduk di posisi ketiga klasemen sementara MotoGP 2024 dengan raihan 311 poin. Dia hanya terpaut tiga angka saja dari Enea Bastianini yang ada di depannya.
Sementara itu, dengan sang pemuncak klasemen, Jorge Martin, Marquez tertinggal 81 poin. Dengan empat seri tersisa, tentu peluangnya untuk juara musim ini masih ada secara matematis tetapi tentunya bakal sangat berat mengingat selisihnya yang cukup jauh.
Juara atau tidak musim ini, yang jelas Marquez sudah membuktikan diri bisa mengendarai motor Ducati dengan apik. Pada musim depan, dia sudah dipastikan promosi ke tim pabrikan Ducati yang akan membuatnya mendapat kuda besi spek teranyar dari tim pabrikan Borgo Panigale sehingga tentu bakal membuat performanya semakin apik lagi.
(Ramdani Bur)