“Untungnya liburan musim panas tiba, saya bisa mengisi ulang baterai saya dan tubuh saya bisa pulih. Saat itu saya memutuskan untuk mengambil jalan lain,” tambah pria asal Spanyol itu.
Kendati demikian, Marquez juga tak melupakan jasa besar Honda yang membesarkan namanya di ajang MotoGP dan mengizinkannya untuk pergi ketika sedang terpuruk. Satu yang pasti, pembalap berusia 31 tahun itu tak menyesali keputusannya bergabung dengan Gresini karena tim satelit itulah yang membantunya bangkit dari keterpurukan.
“Terima kasih kepada Honda yang memahami situasi saya dengan sempurna dan mengizinkan saya bergabung ke tim Gresini. Jelas bagi saya sepeda motor telah siap dan saya dapat menggunakannya untuk membangun kepercayaan diri saya lagi,” jelas pria berusia 31 tahun itu.
“Tim ini sempurna untuk memperbarui saya sebagai pengemudi, saya tersesat sebelumnya. Kemudian saya melakukan yang terbaik dan berkembang menjadi pesaing motor di tim pabrikan, dan itu merupakan suatu kesenangan tersendiri,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)