"Untuk setiap harinya itu ada sesi-sesi tertentu. Jadi tanggalnya ditentuin gitu. Saya selalu ikuti jadwal kuliah juga," sambung pemain jebolan PB Djarum tersebut.
"Oh (jadwal latihan dan kuliah) bentrok banget. Ngerjain tugas kalau misalnya lagi senggang malam-malam kan habis latihan bisa ngerjain. Hari Minggu bisa ngerjain. Ya diniatin karena demi gelar," imbuh Komang.
Lebih lanjut, Komang sendiri memiliki rencana untuk tidak melanjutkan ke dunia bulu tangkis lagi setelah pensiun. Karena itu pilihan kuliah jurusan hukum dianggap Komang punya prospek yang baik setelah menjadi atlet bulu tangkis.
"Mungkin lebih ke prospek kerjanya ya kalau soal itu. Jadi misalnya saya bisa jadi konsultan atau HRD atau kan lebih luas ya prospek kerjanya hukum itu," sambung Komang.
"Sebisa mungkin saya tidak akan di badminton lagi setelah pensiun. Saya sudah capek ya, dari kecil saya berkutat di sini saya pengen kehidupannya lebih lain gitu," lanjutnya.
"Kalau targetin banget sih sebenarnya mungkin 27-28 tahun udah enggak badminton lagi sih ya. Tapi kalau prestasi masih bagus, nah itu term and condition berlaku. Hahaha," tutup Komang.
(Rivan Nasri Rachman)