JAKARTA - Gregoria Mariska Tunjung merasa malu dan kecewa karena kalah dari wakil Jepang, Nozomi Okuhara, di perempatfinal Indonesia Masters 2024. Pemain nomor tujuh dunia itu benar-benar tidak puas dengan penampilannya hari ini.
Berstatus sebagai tunggal putri nomor satu Indonesia, Gregoria justru harus kalah dari Okuhara dalam dua gim langsung 20-22 dan 11-21. Pertandingan tersebut berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 26 Januari 2024 sore WIB.
Hasil yang cukup mengejutkan tentunya, mengingat lawannya itu berada di peringkat 23 dunia. Usai laga, Gregoria meluapkan kekecewaannya. Pemain kelahiran Wonogiri ini mengungkapkan tidak seharusnya tampil buruk dan melakukan kesalahan-kesalahan kecil.
“Saya kecewa dengan penampilan saya dan malu juga. Harusnya tidak segampang itu untuk menyerah. Saya rasa dengan posisi saya yang sekarang top 10, saya tidak bisa menunjukkan kayak tadi yang saya tunjukkan di game kedua sih,” kata Gregoria kepada wartawan termasuk MNC Portal Indonesia (MPI), dikutip pada Sabtu (27/1/2024).
“Masa saya gampang sekali untuk buang bola. Rasanya saat poin jauh saya malah terpuruk dengan itu, dan tidak bisa bangkit,” sambung perempuan berusia 24 tahun itu.
Lebih lanjut, Gregoria mengungkapkan faktor kekalahan ini karena kebingungan menerapkan strategi yang dimainkan. Ia mengakui penampilan ini benar-benar jauh dari kata sempurna.
“Mungkin dari saya sendiri sih, mungkin saya kurang yakin dengan pola atau strategi yang akan saya lakukan. Jadi saat bisa diikuti olah lawan, dan lawan bisa cari celah di pola itu, saya cukup bisa dibilang tertekan,” tutur Gregoria.
“Saya kayak jadi bingung harus menerapkan pola seperti apa, padahal seharusnya saat pertandingan tidak usah terlalu mikirkan ingin main ini, ingin main itu," kata Gregoria lagi.
"Saya rasa asal bisa tetap berusaha ada di permainan itu, dan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat poin, harusnya saya bisa mengikuti. Tadi jelek banget sih, saya bisa rasain, saya enggak bisa keluar dari tekanan dan juga enggak bisa mengubah keadaan," tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)