JAKARTA - Pelatih tunggal putri Indonesia, Indra Widjaja, mengakui mental bertanding Putri Kusuma Wardani (Putri KW) belakangan ini merosot. Ia kini tengah putar otak untuk mengembalikan mental bertanding yang tepat.
Putri tengah disorot lantaran penampilannya merosot tajam di beberapa turnamen terakhir. Semangat juang pemain asal Tangerang itu dituding sudah tidak ada lagi sejak resmi menjadi anggota Kepolisian Wanita (Polwan).
Indra mengakui memang ada penurunan dari segi mental bertanding Putri. Ia akan mengajak sang pemain untuk rutin berdiskusi dan mencari pemecahan masalah secara bersama-sama.
"Betul, seperti yang kita sama sama lihat dan tahu, KW dari segi kepercayaan diri terutama mental bertandingnya ini kan ada masalah," aku Indra kepada awak media, termasuk MNC Portal Indonesia (MPI), di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Senin 14 Agustus.
"Ini yang coba kita terus perbaiki dalam latihan, diskusi dari ngobrol semuanya," imbuh pria berusia 49 tahun itu.
Meski demikian, Indra melihat sejauh ini Putri cukup baik dalam mempersiapkan diri jelang BWF World Championships 2023. Ia berharap tekanan yang ada bisa diatasi dengan baik oleh anak asuhnya itu.
"Diharapkan dari latihan dan lain-lain, persiapan saya lihat sangat baik. Tinggal nanti penampilan di pertandingannya. Pressure yang saya rasa enggak perlu, tapi kadang anak ini masih bawa ke pertandingan. Itu jadi membebani diri sendiri," terang Indra.
Bagi Indra, sebagai atlet profesional, seharusnya Putri bisa memahami target dan harapan yang diusung pelatih maupun tim. Mengingat, semua yang tampil di sebuah turnamen tentunya menginginkan kemenangan. Ia ingin pemain berusia 21 tahun itu fokus mengeluarkan kemampuan terbaik.
"Setiap orang turun ke pertandingan pastinya mau menang, tapi balik lagi lawan juga mau menang. Jadi ini namanya suatu pertandingan pasti ada menang dan kalah," tukas Indra.
"Tapi minimal target kita at least keluarkan dulu permainan terbaiknya. Jangan terbebani hal non-teknis yang enggak perlu," tandas pria kelahiran Cirebon itu.
(Wikanto Arungbudoyo)