Berada di bawah tekanan besar karena lawannya telah mencapai match point, Lindaweni Fanetri berusaha untuk tetap bermain tenang. Beruntung, Fanetri dapat meraih poin demi poin hingga memaksa gim kedua terjadi deuce. Dan pada akhirnya, Fanetri meraih dua poin beruntun yang membuatnya mengamankan gim kedua 22-20.
Tidak ingin terseok-seok seperti dua gim sebelumnya, Fanetri langsung tancap gas di gim ketiga. Beberapa kali jump smash kerasnya berhasil menembus defense Tai Tzu Ying. Meski sempat berbalik ditekan, pada akhirnya Fanetri untuk kesekian kalinya mengamankan jeda interval 11-6.
Pasca interval, Fanetri yang unggul cukup jauh tampil dengan lebih percaya diri. Jump smash kerasnya kembali menjadi momok menakutkan untuk Tai Tzu Ying.
Meski ratu bulutangkis dunia itu sempat berusaha menekan, Fanetri yang unggul jauh sama sekali tidak terpengaruh. Hingga pada akhirnya, Fanetri berhasil memenangkan gim ketiga dengan cukup telak 21-12.
Berkat kemenangan itu, Fanetri berhasil melaju ke babak semifinal. Meski gagal meraih gelar juara, Fanetri tetap naik ke atas podium setelah dirinya berhasil mengamankan medali perunggu. Hingga saat ini, belum ada lagi tunggal putri yang mampu menyamai prestasi Lindaweni Fanetri itu.
(Dimas Khaidar)