KENA mental akibat teriakan keras, momen saat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses bangkit dan bungkam kesombongan suporter di China Open 2019 akan diulas oleh Okezone pada artikel ini. Pasangan ganda putra senior asal Indonesia, Ahsan/Hendra memang jadi pebulu tangkis yang sangat disegani.
Pasangan berjuluk The Daddies itu pun sangat digandrungi oleh pencinta bulu tangkis dunia, terutama dari Negeri Tirai Bambu -julukan China. Mesi sangat disegani, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pernah dibuat tertekan oleh pencinta bulu tangkis China di ajang China Open 2019.
Hal itu terjadi saat The Daddies berhadapan dengan pasangan China, Ou Xuanyi/Zhang Nan. Berhadapan di babak 16 besar, pertandingan tersebut menjadi duel yang sangat panas dan berat untuk Ahsan/Hendra.
Pasalnya, selain harus menghadapi lawan yang tangguh, Ahsan/Hendra juga harus perang mental. Mereka harus menghadapi teriakan penonton yang memenuhi tribun.
Pada awal laga, The Daddies langsung dibuat tertekan sehingga mereka kesulitan meraih angka hingga mendekati interval. Pascainterval, Ahsan/Hendra yang perlahan meraih poin, tetap tidak dapat mengejar pasangan China yang bermain lepas tanpa tekanan. Alhasil, The Daddies harus menyerah cepat di gim pertama dengan skor 11-21.
Memasuki gim kedua, The Daddies mulai menemukan ritme permainan mereka yang membuat juara dunia tiga kali itu terus mendulang poin. Namun, pasangan China tersebut tak mau kalah hingga dapat menempel poin The Daddies hingga interval.
Pada gim kedua ini, Ahsan/Hendra mulai meladeni serangan mental dari China. Beberapa kali, Ahsan/Hendra melakukan teriakan di saat menyerang ataupun meraih poin. Aksi ini terbukti ampuh dan membuat mereka terus mendulang poin dan memenangkan gim kedua dengan skor 21-18.
Pada gim ketiga, pertandingan menjadi semakin panas. Reli sengit yang terus tersaji dibumbui dengan teriakan penonton yang sangat bising. Namun, The Daddies yang terbakar semangat terus menyerang hingga sempat unggul 5 poin menjadi 17-12.
Tidak ingin malu di hadapan masyarakat sendiri, Ou/Zhang tampil membabi buta hingga berhasil menyamakan poin. Bahkan, mereka membuat Hendra tersungkur saat gagal mengembalikan shuttlecock.
Yel-yel dari para suporter China yang semakin tak karuan membuat Ou/Zhang tampil semakin beringas. Hal tersebut membuat Ou Xuanyi/Zhang Nan berhasil berbalik unggul dan mencapai match point terlebih dahulu.
Beruntung, The Daddies tidak mudah menyerah begitu saja. Dengan begitu berkelas, Ahsan/Hendra menahan setiap serangan China dan berbalik menyerang yang membuat deuce pun terjadi.
Pertandingan pun berlanjut dengan begitu sengit. The Daddies yang berhadapan dengan Ou/Zhang sekaligus suporter China harus berjuang mati-matian untuk memenangkan pertandingan tersebut. Terus-menerus berbalas poin, kedua pasangan pada akhirnya mencapai poin 29-29.
Pada peraturan bulu tangkis, poin maksimal adalah 30. Dengan keadaan saat itu yang menunjukkan skor 29-29, siapa pun yang meraih poin berikutnya akan keluar sebagai pemenang.
Melihat situasi tersebut, The Daddies tanpa ragu menyerang terlebih dahulu. Namun, defense kukuh pasangan China membuat reli terakhir ini berjalan begitu sengit. Beruntung, defense apik Ahsan/Hendra dalam menghadapi serangan balik Ou/Zhang membuat mereka mengamankan pertandingan.
Demikianlah momen saat Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan sukses bangkit dan bungkam kesombongan suporter di China Open 2019.
(Djanti Virantika)