Gaji Enea Bastianini Naik 3 Kali Lipat jika Finis 3 Besar di MotoGP 2023, Persaingan dengan Francesco Bagnaia Makin Panas?

Andhika Khoirul Huda, Jurnalis
Senin 16 Januari 2023 19:07 WIB
Enea Bastianini dijagokan juara MotoGP 2023. (Foto: MotoGP)
Share :

BOLOGNA – Gaji Enea Bastianini ternyata bakal naik 3 kali lipat jika finis 3 besar di MotoGP 2023. Akankah janji Ducati kepada Enea Bastianini akan membuat persaingannya dengan sang rekan setim, Francesco Bagnaia, makin memanas?

Ya, Ducati ternyata akan menaikkan gaji Enea Bastianini jika berhasil tembus posisi tiga besar di klasemen akhir MotoGP 2023. Hal itu diungkapkan oleh manajer pembalap Ducati Lenovo itu, Carlos Pernat.

The Beast –julukan Bastianini- akan memulai perjalanan baru di MotoGP 2023 setelah dipromosikan ke tim pabrikan Ducati dari Ducati Gresini. Dengan begitu, dia akan berduet bersama sang juara bertahan, Francesco Bagnaia.

BACA JUGA: Fabio Quartararo Sudah Tiba di Jakarta Jelang Peluncuran Motor Yamaha untuk MotoGP 2023, Langsung Geber Latihan!

Pernat pun mengungkapkan apa saja isi kesepakatan dalam kontrak pembalap berusia 25 tahun itu bersama tim pabrikan Borgo Panigale. Salah satu yang mengejutkan adalah gajinya yang akan dinaikkan tiga kali lipat jika berhasil finis tiga besar di MotoGP 2023.

BACA JUGA: Besok, Teka-teki Nomor Motor Franceco Bagnaia untuk MotoGP 2023 Bakal Terjawab

"Kontraknya berakhir pada akhir 2024. Jika dia mencapai posisi pertama, kedua, atau ketiga (di klasemen akhir musim ini) gajinya naik tiga kali lipat,” kata Pernat, dilansir dari Crash, Senin (16/1/2023).

“Tapi, bukan hanya Ducati, kami juga punya kesepakatan dengan bayaran yang lumayan dengan sponsor,” imbuhnya.

Bonus yang besar itu tentunya akan sangat menggiurkan bagi Bastianini. Alhasil, hal itu bisa menjadi ancaman sendiri untuk Pecco –sapaan Bagnaia.

Pasalnya, bisa saja The Beast mengabaikan team order untuk membantunya memenangkan balapan. Sebab, Bagnaia juga ingin meraih poin sebanyak mungkin agar mendapat bonus besar tersebut.

Apalagi, Bagnaia pasti punya ambisi besar meraih gelar juara di kelas utama demi melanjutkan kesuksesan tahun lalu. Pernat pun setuju dengan hal tersebut. Dia mengakui bahwa Ducati secara tidak langsung menciptakan sendiri persaingan panas di antara dua pembalap jagoan mereka itu.

“Persaingan itu dibangun oleh Ducati secara tidak sadar. Pada saat tertentu, ada pembicaraan tentang kerja tim, tetapi pada saat itu tercipta dualisme,” ujar Pernat.

“Enea akan membalap untuk menjadi juara atau setidaknya berada di tiga posisi terdepan. Dari segi ekonomi, di sana bernilai banyak uang,” imbuhnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya