Marc Marquez Kesal RC213V Tak Banyak Alami Peningkatan, Stefan Bradl: Itu karena Honda Tak Berani Bereksperimen

Maulana Yusuf, Jurnalis
Minggu 01 Januari 2023 02:02 WIB
Pembalap tes Repsol Honda, Stefan Bradl. (Foto: MotoGP)
Share :

“Honda harus mengubah pendekatan. Orang Jepang terlalu konservatif dalam hal pembangunan. Dengan Ducati, semua pembalap cepat,” ungkap Marquez beberapa waktu lalu, dilansir dari Speed Week, Minggu (1/1/2023).

“Kami membutuhkan lebih dari satu langkah. Kami kehabisan waktu. Kami tidak bisa menjadi juara dunia dengan motor ini pada 2023," tambah Marquez.

Bos tim Repsol Honda, Alberto Puig secara terang-terangan juga sempat menyerukan perbaikan di semua bidang. Namun, hingga saat ini keinginan Marquez agar motor Honda bisa lebih diperbaiki dan ditingkatkan dianggap belum terpenuhi.

Menanggapi hal itu, Stefan Bradl menyebut Honda tidak berani dalam melakukan eksperimen sehingga Marquez harus berjuang lebih keras menunggangi motornya itu.

"Beberapa poin bersatu. Marc harus mengambil risiko yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir," cetus Bradl.

"Honda tidak pernah menjadi yang terdepan dalam eksperimen seperti yang dilakukan Ducati dalam beberapa tahun terakhir. Jepang sekarang jatuh di kaki mereka. Saya perhatikan Honda kurang berani bereksperimen," tutup pembalap tes Honda itu.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Sports lainnya