FABIO Quartararo akui heran kualitas mesin Yamaha justru semakin menurun. Sang pembalap Monster Energy Yamaha itu menggarisbawahi bahwa tidak ada perubahan pada mesinnya tersebut.
El Diablo – julukan Fabio Quartararo – sempat unggul 91 poin dari Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo) di tengah musim MotoGP 2022. Hal itu menyebabkannya difavoritkan untuk mempertahankan gelar juara dunia yang diraihnya pada 2021.
Namun demikian, Fabio Quartararo nyatanya gagal mempertahankan keunggulan tersebut. Dia mengakhiri musim dengan ketertinggalan 17 poin dari Bagnaia.
Quartararo pun mengungkap bahwa salah satu penyebabnya adalah sektor mesin yang tak berkembang. Bahkan, mesin yang digunakan sudah tak mengalami pengembangan selama tiga tahun.
Kabar baiknya, Yamaha sudah mengembangkan mesin baru untuk 2023. Dia pun mengaku senang. Hanya saja, performa mesin baru diketahui malah kembali seperti dapur pacu lama.
“Hal itu bisa dilakukan. Tetapi, kami harus memahami apa yang terjadi kepada mesinnya di Valencia. Hal ini sangat penting. Kami sudah mencoba mesinnya di Barcelona dan Misano. Ketika itu saya merasa senang,” kata Quartararo dikutip Speedweek, Sabtu (10/12/2022).
Keadaan itu membuat Quartararo heran. Karena mesin yang baru seharusnya tak mengalami penurunan performa dalam waktu singkat. Hal itu tak boleh terjadi, jika ingin bersaing.
“Di pengetesan Valencia, kami merasa level mesinnya sama seperti mesin lama. Kami harus menganalisa apa yang terjadi. Karena tahun depan akan sangat penting, terutama bagi saya agar dapat kembali ke papan atas,” ujarnya.
(Reinaldy Darius)