Naomi Osaka pun memperingatkan Emma Raducanu bahwa tidak akan mudah menjaga takhtanya di Flushing Meadows. Sebab menurutnya, tekanan dari media dan juga para penggemar tenis di seluruh dunia bakal sangat besar dan bisa mempengaruhi performanya.
Lebih lanjut, pemain 24 tahun itu mengatakan bahwa tekanan tak kalah besar juga datang dari diri sendiri. Pasalnya, Naomi Osaka menilai dirinya dulu ingin terburu-buru mengulangi kesuksesannya tahun lalu sehingga justru malah kurang fokus dan tampil kurang maksimal.
“Anda berpikir tentang poin dan lainnya. Anda tidak ingin semua poin itu dihilangkan,” ujar pemain ranking 44 dunia itu, yang sempat rehat dari dunia tenis usai tersingkir di babak ketiga US Open 2021.
“Saya pasti berpikir itu adalah sesuatu yang ada di dalam pikiran Anda. Aku tidak tahu, itu rasanya seperti Anda hanya ingin meniru kesuksesan yang telah Anda lakukan tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Sebatas informasi, Naomi Osaka sendiri bakal mentas di US Open 2022 sebagai petenis non-unggulan. Dia akan melawan unggulan ke-19 dari tuan rumah, yakni Danielle Rose Collins, di babak pertama. Sementara itu, Emma Raducanu akan melawan Alize Cornet dari Prancis. Babak pertama US Open 2022 sendiri bakal berlangsung pada Rabu 31 Agustus 2022.
(Hakiki Tertiari )