Lebih lanjut, pria 50 tahun itu yakin timnya bisa terus mengembangkan paket aerodinamika untuk RS-GP. Sebab menurutnya, itu akan membuat Aprilia semakin kompetitif di balapan kuda besi paling elite di dunia itu.
“Anda juga harus menemukan hubungan antara apa yang Anda lakukan di terowongan angin dan apa yang Anda lakukan di Computer Aided Design (CAD). Perbedaan terowongan angin (motor MotoGP dengan mobil F1) adalah bahwa sepeda motor benar-benar menghadap angin,” ujar pria berpaspor Italia itu.
“Dalam desain komputer, Anda harus membayangkan bagaimana pengendara akan berperilaku pada sepeda di trek balap. Saya merasa kami dapat terus meningkatkan aerodinamis,” tambahnya.
Berkat pemikiran Massimo Rivola, Aprilia Racing menjelma menjadi tim yang sangat kompetitif pada MotoGP 2022. Mereka membantu Aleix Espargaro duduk di posisi dua klasemen setelah 12 dari 20 seri digelar dengan selisih 22 poin dari Fabio Quartararo, yang duduk di posisi puncak.
(Hakiki Tertiari )