Fadil pun mengapresiasi keberanian Yeremia untuk meminta maaf kepada publik. Lalu, Fadil menjelaskan bahwa tidak ada hukuman khusus yang diberikan pada Yeremia atas kasus tersebut. Sebab menurutnya, Yeremia sudah mendapat sanksi sosial yang dahsyat dari masyarakat.
"Ya sudah minta maaf. Yere sudah minta maaf itu sudah luar biasa. Sanksi sosial itu jauh kebih dahyat dan dia sudah telefon saya dan menyesal serta berjanji tidak akan melakukan itu lagi," kata Fadil kepada awak media dalam konferensi pers jelang Indonesia Open 2022 di Jakarta, Rabu (25/5/2022).
"Tiktok ini kan mungkin maksudnya bercanda, tapi kan persepsi orang berbeda. Yere anaknya memang suka bercanda," imbuhnya.
Meski tak memberikan sanksi kepada juara Asia 2022 itu, Fadil menyatakan PBSI akan memberikan pembinaan kepada para atletnya soal etika bermedia sosial. Tujuannya tentu saja agar hal yang terjadi kepada Yeremia tak terulang lagi.
"Nanti kita akan terus melalukan pembinaan bahwa etika berinternet itu ada. Ini pelajaran bagi kami dan bagaimana ke depan para pemain ini memahami etika tersebut agar tidak terpeleset dengan hal-hal seperti ini," jelas Fadil.
"Saya kira sanksi internal tegoran dari sekjen sudah cukup berat bagi dia. Apalagi, masyarat juga sudah menilai dia," imbuhnya.
(Djanti Virantika)