Meski begitu, Quartararo merasa hal tersebut tidak bisa dikendalikan oleh siapa pun. Pembalap asal Prancis itu yakin bahwa setiap pembalap memiliki risiko yang seimbang untuk terinfeksi di mana pun.
“Anda bisa terjangkiti di mana-mana. Jadi ini tidak bisa kita kendalikan,” imbuh pembalap berusia 22 tahun tersebut.
Qatar pun telah memastikan bahwa hasil PCR adalah hal wajib yang harus dipersiapkan sebelum melakukan penerbangan. Nantinya, para pembalap akan menggunakan sistem bubble yang membatasi kegiatan anggota paddock ke hotel yang ditunjuk.
Bagi pembalap yang memiliki hasil tes PCR positif, mereka tidak akan bisa melakukan perjalanan ke Qatar. Alhasil, mereka harus rela tidak mengikuti balapan pembuka MotoGP 2022 tersebut.
(Djanti Virantika)