PARIS – Federasi Otomotif Internasional (FIA) mengizinkan pembalap asal Rusia dan Belarusia berlaga pada musim 2022. Akan tetapi, mereka harus memakai bendera netral saat berlaga, bukan bendera negara masing-masing.
FIA memberi tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina setelah menggelar pertemuan luar biasa pada Selasa waktu setempat. Meski Komite Olimpiade Internasional (IOC) menyerukan untuk melarang semua pembalap Rusia, FIA tidak mengambil langkah itu.
Kini, FIA telah mengambil keputusan untuk mengizinkan pembalap Rusia dan Belarusia berkompetisi. Lebih lanjut, FIA menyatakan tidak ada kompetisi yang akan berlangsung di Rusia atau Belarusia sampai pemberitahuan lebih lanjut.
FIA juga tidak mengizinkan adanya bendera, simbol, atau lagu dari negara-negara tersebut. FIA juga secara resmi membatalkan Grand Prix Rusia tahun ini. Badan pengatur memiliki satu-satunya otoritas pengatur yang secara resmi membatalkan balapan di bawah force majeure. Hal tersebut disampaikan oleh Presiden FIA, Mohammed Bin Sulayem.
“Seperti yang Anda ketahui, FIA menyaksikan perkembangan di Ukraina dengan kesedihan dan keterkejutan dan saya berharap untuk resolusi yang cepat dan damai untuk situasi saat ini,” kata Bin Sulayem, dikutip dari situs resmi Formula 1, Rabu (2/3/2022).
“Kami mengutuk invasi Rusia ke Ukraina dan pikiran kami bersama semua orang yang menderita akibat peristiwa di Ukraina. Saya ingin menekankan bahwa FIA, bersama dengan promotor kami, secara proaktif bertindak atas masalah ini minggu lalu dan berkomunikasi sesuai dengan Formula 1, Formula 2, WTCR dan International Drifting Cup. Versi terbaru dari Kalender Internasional FIA yang berbeda akan dipresentasikan pada pertemuan WMSC di Bahrain untuk disetujui,” sambungnya.
Selain larangan acara, FIA mengatakan, bahwa tidak ada Tim Nasional (Timnas) Rusia atau Belarusia yang akan diizinkan untuk bersaing di kompetisi internasional atau zona, seperti Motorsport Games. Anggota Komisi FIA Rusia dan Belarusia juga akan diminta untuk mundur sementara dari peran mereka.
“Saya ingin berterima kasih kepada anggota Dewan atas tindakan cepat mereka dalam memutuskan langkah-langkah ini untuk kepentingan olahraga dan perdamaian. Kami berdiri dalam solidaritas dengan Leonid Kostyuchenko, Presiden Federation Automobile d'Ukraine (FAU) dan keluarga besar FIA di negara ini,” sambung Bin Sulayem.
“Langkah-langkah yang diambil hari ini mengakui otoritas FAU di Ukraina dan juga selaras dengan rekomendasi yang baru-baru ini dibuat oleh Komite Olimpiade Internasional. Kami sedang berdiskusi aktif dengan anggota kami saat kami terus menyampaikan belas kasih dan dukungan kami pada saat mereka membutuhkan. Kami dengan tulus berharap resolusi damai untuk kesulitan mereka yang tak tertahankan,” pungkasnya.
(Andika Pratama)